Gontor
II | Gontor III | Gontor Putri
I | Gontor Putri II | Gontor
V | Gontor VI
Gontor II :
Fungsi Ganda Gontor II
Suatu
kesyukuran bagi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bahwa
kepercayaan masyarakat kepada PMDG semakin meningkat. Hal
tersebut terlihat dari meningkat-nya jumlah pendaftar di
Gontor dari tahun ke tahun.
|
Pondok Modern Darussalam Gontor II (Gontor 2) adalah cabang
Gontor yang terletak di desa Madusari kecamatan Siman
kabupaten Ponorogo, mulai dibangun pada tgl. 15 Nopember
1995, pendaftaran perdana dibuka pada tgl 23 Mei 1996,
diresmikan penggunaannya oleh Wakil Presiden R.I. Try
Sutrisno pada tanggal 10 Nopember 1996.
Di usianya yang relatif muda, Gontor 2 yang memiliki area
10 hektar lebih ini mengalami perkembangan yang cukup
pesat baik fisik maupun non fisik. Di antara perkembangan
fisik Gontor 2 di usianya yang ke-6 tahun ini adalah selesainya
pembangunan Masjid Jami yang megah dan dihiasi dengan
taman yang indah dan kolam ikan.
Adapun perkembangan non fisik adalah semakin meningkatnya
jumlah santri yang mendaftar setiap tahun ajaran baru,
dan meningkatnya tingkat kesadaran santri akan disiplin
yang diterapkan.
Pendidikan
dan Pengajaran
Pondok Modern Gontor 2 dibawah pengasuh Ust. Saiful Anwar,
S.Ag. menerapkan dua jenis sistem pendidikan dalam satu
tahun ajaran, yaitu jenis pendidikan KMI dilaksanakan
dari bulan Syawwal 1422 s.d. ujian pertengahan tahun pada
bulan R.Awwal 1422, dan pendidikan calon pelajar dilaksanakan
pada bulan R.Tsani s/d Rajab 1422 / Juli s/d Oktober 2001.
Selain kegiatan kurikuler, siswa KMI selama setengah tahun
ajaran mengikuti kegiatan ekstra kurikuler seperti kepramukaan,
Muhadharah, olah raga, dan lain-lain.
Keadaan
Guru dan Siswa
Pada awal tahun ajaran 1422/2001 guru KMI Gontor 2 berjumlah
98 orang. Adapun jumlah siswa pada pertengahan tahun sebanyak
348 orang:
Sedangkan pada akhir tahun ajaran Guru KMI berjumlah 126
orang dan jumlah calon pelajar yang mendaftar pada bulan
Juli 2001 sebanyak 2013 anak.
Ujian Pertengahan Tahun dan Perpindahan Siswa
Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam belajar, diadakanlah
Ujian Pertengahan Tahun yang dilaksanakan pada Bulan Shafar
1422 diikuti oleh 348 siswa kelas I dan I Intensif dengan
sistem dan materi ujian yang sama dengan sistem dan materi
ujian di Gontor 1.
Dari 348 siswa peserta ujian pertengahan tahun ini mendapatkan
prestasi yang bervariasi, 150 siswa yang nilai rata-ratanya
5,5 keatas dipindahkan ke Gontor I, sedangkan 198 siswa
yang nilai rata-ratanya kurang dari 5,5 dipindahkan ke
Gontor 3 Darul Marifat Kediri.
Perpindahan siswa ke Gontor 1 dan Gontor 3 ini dilakukan
karena kampus Gontor 2 pada pertengahan tahun kedua kedatangan
2000 calon pelajar lebih, sehingga kapasitas kampus tidak
mencukupi.
Pendaftaran
Calon Pelajar
Pada bulan Juli 2001, Gontor 2 mulai membuka pendaftaran
calon pelajar untuk tujuan untuk dipersiapkan menghadapi
ujian masuk KMI Gontor 1. Jumlah pendaftar pada tahun
ajaran ini sebanyak 2013. Pendidikan dan pengajaran dimulai
pada akhir bulan Juli 2001. Adapun materi ajarnya adalah:
Al-Quran, Berhitung soal, Berhitung angka, Bahasa
Indonesia dan Imla.
Selama di Gontor 2, calon pelajar selain mendapat pelajaran
di kelas juga mendapat pembinaan disiplin, mental, kepondok-modernan,
dan kegiatan ekstra kurikuler seperti : kepramukaan, Muhadharah,
kursus sore, dan lain-lain. Selain itu, calon pelajar
juga mendapat pengawasan belajar yang efektif dari seluruh
guru.
Ujian
Perpindahan Kelas
Untuk menciptakan miliu belajar dan meningkatkan prestasi
calon pelajar diadakan ujian perpindahan kelas. Ujian
ini menggunakan soal-soal standar ujian masuk KMI Pondok
Modern Darussalam Gontor, sehingga ujian ini merupakan
sarana evaluasi belajar santri sebelum menghadapi ujian
masuk.
Ujian
Masuk KMI
Setelah ditempa selama lebih kurang 4 bulan, semua calon
pelajar di Gontor 2 mengikuti ujian masuk KMI pada tgl.
3-6 Oktober 2001 meliputi ujian lisan dengan materi: al-Quran,
tajwid, dan ibadah; dan ujian tulis dengan materi: Imla,
berhitung angka, berhitung soal, bahasa Indonesia, dan
Imla. Adapun hasil ujian Masuk KMI Pondok Modern
Gontor tahun ini adalah sebagai berikut :
1. Lulus di Gontor 1 : 477 siswa
2. Lulus di Gontor 2 Madusari : 210 siswa
3. Lulus di Gontor 3 Darul Marifat Kediri : 524
siswa
4. Lulus di Gontor 5 Darul Mut-taqin Banyuwangi : 149
siswa
5. Lulus di Gontor 6 Daarul Qiyam Magelang : 149 siswa
6. Tidak lulus : 487 siswa
Calon
pelajar yang dinyatakan tidak lulus diberi kesempatan
untuk mengikuti bimbingan belajar sampai tgl. 10 Ramadhan
1422 dan mengikuti ujian gelombang kedua pada tgl. 11
Syawwal 1422 di Gontor 1.
Peresmian
Masjid Jami Gontor 2
Perasaan gembira keluarga besar PMDG, khususnya penghuni
Gontor 2 tidak bisa disembunyikan, ketika masjid yang
sudah cukup lama diidam-idamkan, pada tahun ini menjadi
sebuah kenyataan, apalagi masjid ini merupakan masjid
yang megah dan indah, karena dihiasi dengan taman dan
2 kolam.
Masjid yang berukuran 30.00 x 30.00 x 1 m2 = 900.00m2,
yang pembangunannya menelan biaya 2,3 milyar lebih ini,
diresmikan penggunaannya oleh wakil Presiden RI Dr. H.
Hamzah Haz pada tgl 7 Oktober 2001, dihadiri oleh undangan
dari berbagai lapisan masyarakat berjumlah 8.500 orang.
|
Gontor
Putri I : Membentuk Pribadi Muslimah
Solihah

Pesantren
Putri Pondok Modern Darusssalam Gontor (Gontor Putri 1)
yang kini berumur 11 tahun semakin mendapat pengakuan
dan keperca-yaan ka-langan masyarakat luas. Hal ini terlihat
dari semakin mening-katnya grafik jumlah calon pelajar
di Pesantren Putri PMDG dari tahun ke tahun. Untuk itu,
bulan Syawwal 1421, Pimpinan Pondok Modern mengantisipasi
lebih dini lonjakan jumlah calon pelajar pada bulan Juli
2001 dengan memulai pembangunan kampus Gontor Putri II/Mantingan
II yang terletak di sebelah barat Kampus Mantingan I sejak
Maret 2001. Berikut adalah kegiatan yang telah dilaksanakan
oleh Pesantren Putri Pondok Modern Darussalam Gontor tahun
2001.
Kulliyatu-l-Mu’allimat
Al-Islamiyah
Di usianya yang ke-11 tahun, KMI Pesantren Putri meningkatkan
kegiatan pendidikan dan pengajaran. Lembaga yang dipimpin
oleh KH. Sutadji Tadjuddin, M.A mengadakan berbagai macam
kegiatan harian, mingguan, tengah tahunan dan tahunan.
Keadaan
Guru dan Siswi
Pada awal tahun ajaran baru, guru KMI berjumlah 261 orang
yang terdiri dari 18 guru pria dan 243 guru wanita. Pada
akhir tahun jumlah tersebut berkurang menjadi 252 orang
karena beberapa sebab di antaranya melanjutkan studi ke
luar negeri dan sebab lain. Adapun jumlah siswi KMI pada
awal tahun ajaran baru adalah 2.890 siswi. Namun ditengah
perjalanan ada beberapa siswi yang pulang karena masalah
keluarga, sakit, dan lain-lain, sehingga jumlah tersebut
berkurang menjadi 2.754. Adapun rinciannya sebagai berikut
:
Kelas
I : 546 siswi
Kelas I Intensif : 512 siswi
Kelas II : 387 siswi
Kelas III : 256 siswi Kelas
III Intensif : 388
siswi Kelas IV : 162
siswi Kelas V : 319
siswi Kelas VI : 184 siswi
Jumlah : 2.754 siswi
Aktivitas
KMI
Dalam upaya meningkatkan kualitas siswi, KMI Pesantren
Putri PMDG melaksanakan kegiatan harian, seperti: kontrol
disiplin masuk kelas, pengecekan persiapan mengajar guru,
naqduttadris, kontrol asrama, belajar malam terpimpin,
dan kegiatan keliling malam. Selain kegiatan harian KMI
juga melaksanakan kegiatan mingguan, antara lain: pertemuan
guru setiap hari Kamis yang bertujuan menyamakan persepsi
guru terhadap langkah pondok yang disampaikan oleh Pengasuh
dan evaluasi kegiatan belajar mengajar selama 1 minggu
yang disampaikan oleh Direktur KMI. Adapun kegiatan tengah
tahunan KMI, antara lain:
1.
Ulangan umum
Ulangan umum perte-ngahan tahun pertama pada tgl. 30 Maret
s.d. 2 April 2001 dan pertengahan tahun kedua pada tgl.
18 s.d. 21 Agustus 2001.
2. Ujian Pertengahan Tahun
Salah satu kewajiban suatu lembaga pendidikan adalah mengadakan
evaluasi hasil belajar siswa. Maka KMI Putri PMDG juga
mengadakan evaluasi hasil belajar pada pertengahan tahun
pertama yang terdiri dari ujian syafahi yang dilaksanakan
pada tgl. 13-23 Shafar 1422 dan ujian tahriri yang dilaksanakan
pada tgl. 25 Shafar 1422 s.d. 6 R. Awwal 1422.
3.
Ujian Akhir Tahun
Aktivitas
siswi KMI kelas I-V di penghujung tahun ajaran adalah
ujian akhir tahun yang terdiri dari ujian lisan dilaksanakan
pada tgl. 9-20 Oktober 2001/21 Rajab s.d. tgl. 3 Sya'ban
1422, dan ujian tahriri dilaksanakan pada tgl. 22 Oktober
s.d. tgl. 1 Nopember 2001/5-15 Sya'ban 1422, Pada tgl.
2 Nopember 2001 para siswi masuk kelas guna mendapatkan
pengarahan tentang etiket dan membaca majalah Warta Dunia
Pondok. Pada malam harinya para siswi kembali berkumpul
dalam acara perpisahan dan jabat tangan sebelum mereka
berlibur ke rumah masing-masing. Selain itu KMI Gontor
Putri juga melaksanakan kegiatan tahunan seperti Fathul
Kutub siswi kelas VI pada tgl. 19-25 Maret 2001 dan siswi
kelas V pada tgl. 8-10 Agustus 2001. Dalam kegiatan ini
masing-masing peserta membahas 4 permasalahan dalam fiqih,
tafsir, maupun aqidah kemudian mempresentasikannya dalam
diskusi kelompok yang dibimbing oleh seorang guru. Acara
ini diakhiri dengan penulisan pesan dan kesan dari masing-masing
peserta selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan
Siswi Akhir KMI Tahun 1421
Penulisan
Karya Ilmiah
Untuk meningkatkan kreatifitas dalam hal tulis menulis,
siswi kelas VI diwajibkan membuat karya ilmiah berbahasa
Arab atau Inggris yang berkenaan dengan masalah-masalah
aktual yang berkembang di masyarakat.
Khutbatul
Wada'
Setiap siswi KMI kelas VI diwajibkan menulis khutbah berbahasa
Arab mencakup perjalanan hidup selama belajar di Pesantren
Putri Pondok Modern, kesan pesan dan ucapan terima kasih
kepada Bapak Pimpinan Pondok, pengasuh, dan guru. Acara
ini berlangsung pada tgl. 10 Ramadhan 1421.
Haflatul
Ikhtitam dan Yudisium Siswa Akhir
Acara haflatul ikhtitam siswi kelas VI KMI dilaksanakan
pada tgl. 10 Ramadhan 1421 malam, dihadiri oleh Bapak-Bapak
Pimpinan Pondok Modern, Ketua-ketua lembaga, Direktur
KMI, Bapak Pengasuh, dan guru senior, dilanjutkan keesokan
harinya dengan yudisium kelulusan siswi kelas VI. Dari
212 alumni, sebanyak 107 orang mengabdi di Pesantren Putri
Gontor, 7 orang di Pondok Pesantren Alumni, dan 98 alumni
mengabdi di masyarakat.
Kegiatan
Siswi Akhir KMI Tahun 1422
EBTA
Gelombang I
Karena banyaknya materi pelajaran yang harus diujikan
bagi siswi dan untuk mengisi waktu liburan pertengahan
tahun, diadakan Evaluasi Belajar Tahap Akhir Gelombang
I. Adapun materi yang diujikan adalah materi-materi yang
sudah tidak dipelajari di kelas VI, seperti : Biologi,
Faroid, Tarikh Islam, Tarikh Hadhoroh, dll. Karantina
Kelas VI Untuk. menciptakan miliu belajar, meningkatkan
konsentrasi belajar siswi kelas VI dalam menghadapi Evaluasi
Belajar Tahap Akhir, dan memudahkan pembimbing dalam mengadakan
pengontrolan belajar dan disiplin maka diadakan kegiatan
karantina siswi kelas VI di Gedung Kuwait. Di samping
itu dengan diadakan karantina ini diharapkan siswi kelas
enam lebih memupuk rasa kebersamaan antar mereka.
Amaliyah
Tadris
Kulliyatul Mu'allimin al-Islamiyah adalah suatu lembaga
yang bertujuan untuk mencetak guru yang berkualitas. Untuk
mencapai tujuan tersebut maka diadakan kegiatan amaliah
tadris bagi siswi kelas VI agar mengetahui metode mengajar
dan cara penyampaian materi dengan baik. Ujian ini diadakan
pada tgl. 23 Agustus 2001 s/d 5 September 2001 dengan
bimbingan Direktur KMI dan dibantu oleh guru-guru senior.
Acara ini diawali dengan pengarahan Bapak Direktur KMI
dan diakhiri dengan penulisan kesan dan pesan selama kegiatan
berlangsung.
EBTA
Gelombang II
Setelah mengikuti EBTA gelombang I, maka siswi kelas VI
mengikuti EBTA gelombang II yang terdiri dari ujian lisan
yang dilaksanakan selama 9 hari pada tgl. 9-18 September
2001, dan ujian tulis yang dilaksanakan selama 15 hari
mulai tgl. 22 September 2001 sampai tgl. 7 Oktober 2001.
PENGASUHAN
SANTRIWATI
Pengasuhan santriwati adalah lembaga yang bertanggung
jawab atas pembentukan mental dan kepribadian santriwati
demi terbentuknya wanita sholehah yang mampu berperan
di segala bidang. Tugas utama dari lembaga ini adalah
mengkoordinasi dinamika kegiatan non akademis dengan mengontrol
seluruh kegiatan santriwati, bekerja sama dengan para
musyrifah di masing-masing sektor. Selain itu pengasuhan
santriwati juga mengevaluasi pelaksanaan program kegiatan,
memberikan bimbingan kepengasuhan, serta menjaga stabilitas
disiplin dan sunnah Pondok Modern.
Lembaga yang dipimpin oleh Dr. K.H. Ahmad Hidayatullah
Zarkasyi, M.A dengan dibantu oleh 11 ustadzah sebagai
stafnya telah merealisasikan program-program kegiatan
antara lain;
Training
Keorganisasian dan Manajemen
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari proses pendidikan
berupa pembekalan santriwati dalam berorganisasi agar
memiliki kemampuan manajerial dan keterampilan kerja yang
memadai. Kegiatan ini dilaksanakan pada tgl. 6 April 2001
bekerjasama dengan PLMPM.
Ujian
Imamah
Ujian untuk imamah bagi santriwati merupakan salah satu
cara pembinaan pembenahan peribadatan santriwati. Siswi
kelas lima KMI setiap tahun diuji praktek menjadi imam
jamaah sholat, bagi mereka yang lulus akan diberi kesempatan
untuk menjadi imam jama'ah di masjid jami' kampus.
Penataran
Guru TPA/TKA
Salah satu kegiatan tahunan di Pesantren Putri Pondok
Modern Darussalam Gontor adalah penataran guru Taman Pendidikan
al-Qur'an dan Taman Kanak-Kanak al-Qur'an. Dengan tujuan
mencetak tenaga pendidik al-Qur'an yang handal sesuai
dengan teori pengajaran al-Qur'an, sekaligus wahana pembekalan
santriwati agar memiliki tanggung jawab atas kemajuan
generasi muda Islam. Penataran ini diikuti 318 siswi kelas
Lima pada tgl. 27-28 Agustus 2001. Acara ini terlaksana
dengan baik dan lancar berkat kerja sama yang sinergis
dengan Balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarrus AMM Yoyakarta
yang bertindak sebagai pemandu materi. Adapun materi penataran
meliputi penjelasan mengenai metode Iqra', manajemen pengelolaan
dan metode mengajar TPA/TKA dengan BCM (bermain, cerita,
menyanyi).
OPPM
Kursus
dan Lomba Mengetik
Bagian Sekretaris OPPM Pesantren Putri PMDG mengadakan
kursus mengetik untuk siswi kelas 1-6. Kegiatan ini sangat
menunjang kelancaran kepengurusan santriwati dalam organisasi
konsulat, klub-klub, rayon, dan bagian-bagian OPPM. Selain
itu Bagian Sektetaris juga mengadakan lomba mengetik cepat
yang dilaksanakan pada tgl. 19 Agustus 2001. Bagi peserta
kursus yang telah lulus ujian dengan baik akan diberi
kesempatan untuk mengikuti kursus komputer. Selain itu,
Bagian Sekretaris OPPM juga mengadakan training kesekretariatan.
Training yang diadakan pada tgl. 30 Maret 2001 ini diikuti
oleh sekretaris bagian-bagian OPPM, Konsulat, Rayon, klub-klub
bahasa dan lain-lain.
Cerdas
Cermat Kepondok- modernan
Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) Pesantren Putri
PMDG mengadakan lomba cerdas cermat kepondok modernan
pada tgl. 2 Maret 2001 ini dengan tujuan memberikan wawasan
dan pemahaman tentang kepondok modernan.
MTQ,
MHQ, dan Lomba Takbir
Untuk menumbuhkan dan mengembangkan bakat tilawah al-Qur'an
santriwati, Bagian Pengajaran OPPM mengadakan Lomba Musabaqoh
Tilawatil Qur'an pada hari Sabtu, 20 Januari 2001 dan
Musabaqah Hifdzil Qur'an pada tgl. 24 Januari 2001. Selain
itu, Bagian Pengajaran OPPM juga mengadakan lomba takbir
antar rayon se-Darussalam yang diadakan pada tgl. 3 Maret
2001.
Lomba
Pidato 3 Bahasa Se-Darussalam
Latihan Muhadhoroh atau berpidato merupakan salah satu
kegiatan non akademis di Pesantren Putri PMDG yang bertujuan
melatih mental dan kecakapan dalam berpidato. Untuk itu
aktivitas mingguan ini ditindaklanjuti dengan mengadakan
lomba pidato tiga bahasa se-Darussalam yang diadakan pada
hari Kamis, 25 Januari 2001.
PORSENI
Olah raga merupakan wahana refreshing dan penyaluran bakat
santriwati. Bagian Olah Raga (Bagor) OPPM mengadakan pertandingan
Bola Basket antara siswi Kelas IV dan III Intensif pada
tgl. 11 April 2001. Pada tgl. 21 Januari 2001 Bagor membuka
Porseni se-Darussalam.
Gerakan
Bahasa
Central Language Improvement (CLI) sebagai penegak disiplin
dan penggerak bahasa di Pondok, bertanggung jawab atas
peningkatan kualitas santriwati dalam masalah bahasa.
Untuk itu, CLI memberikan motivasi dan mengoptimalkan
kemampuan berbahasa di kalangan santriwati. Selain itu
CLI juga mengadakan beberapa kegiatan seperti pengajaan
kosakata bahasa Inggris dan Arab, Tasji'ul Lughoh setiap
hari Jum'at, pengelolaan kursus Bahasa PEAC (Progress
English and Arabic Course), pengoptimalan pemakaian Laboratorium
Bahasa, pengadaan lomba drama dalam bahasa Inggris dan
Arab, pengadaan lomba membaca koran berbahasa Inggris
dan Arab, dan lain-lain.
Aneka
Lomba Pustaka
Peningkatan keilmuan santriwati tidak bisa terwujud tanpa
dibarengi dengan peningkatan minat baca santriwati. Untuk
itu, Bagian Perpustakan OPPM mengadakan kursus Bina Pustaka
dengan materi: pengantar ilmu perpustakaan, pengelolaan
perpustakaan, inventarisasi, klasifikasi dan katalogisasi.
Selain itu, Bagian Perpustakaan juga mengadakan beberapa
lomba pustaka di antaranya adalah "Expo buku cakrawala
dunia" pada tgl. 26 Januari 2001, Perpustakaan Keliling
pada tgl. 23 Maret 2001, lomba resensi dan menyampul buku
pada bulan April 2001, perlombaan fathul kutub pada tgl.
11 April 2001, Bina Pustaka pada tgl. 17 April 2001, dan
studi banding ke Perpustakaan UII dan Perpustakaan Ignatius
Yogyakarta.
Lomba
Kesenian dan Keputrian
Keberadaan bagian kesenian di OPPM adalah sebagai wahana
penyaluran bakat seni santriwati. Pada tahun ini bagian
kesenian mengadakan berbagai macam lomba, di antaranya:
lomba "fingger fitting" antar rayon kibar pada
tgl. 7 Januari 2001, lomba melukis pada tgl. 25 Januari
2001, lomba qosidah antar rayon pada tgl. 26 Januari 2001,
pelangi antar nusa pada tgl. 4 Februari 2001, dan lomba
menghias kulit telur dan batok.
Selain itu, bagian keputrian juga mengadakan beberapa
lomba, di antaranya adalah lomba wedding room antar rayon
pada tgl. 2 Februari 2001, lomba merangkai bunga pada
tgl. 8 Februari 2001, lomba menjahit pada tgl. 11 Februari
2001, lomba mendesain busana muslimah pada tgl. 2 April
2001, lomba tata rias pada tgl. 3 April 2001, show bagian
keputrian pada tgl. 5 April 2001, lomba majalah dinding
keputrian antar rayon pada tgl. 3 Maret 2001, dan lomba
memasak antar konsulat pada tgl. 6 Juli 2001.
PRAMUKA
PESANTREN PUTRI
Selain Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM), Pesantren
Putri Gontor juga mendidik santriwati berorganisasi melalui
kepramukaan dengan tujuan menciptakan pemimpin dan generasi
muslim beriman, bertaqwa, dan berkualitas.
Kegiatan latihan kepramukaan di Gontor Putri dilaksanakan
setiap hari Kamis Sore, diikuti oleh seluruh santriwati
di bawah bimbingan pembina dan wakil pembina. Selain rutinitas
mingguan tersebut, Koordinator Gerakan Pramuka di Pesantren
Putri juga mengadakan beberapa kegiatan ranting antara
lain :
Membentuk Gudep Baru
Semakin banyaknya jumlah santriwati, maka 9 Gudep yang
ada di Gontor Putri dirasa masih belum mencukupi. Oleh
sebab itu pada
tgl. 15 Agus-tus 2001 Gontor Putri menambah 2 Gudep lagi
yaitu Gudep 1772 dan 1774. Dengan 11 Gugus Depan ini diharapkan
dapat mengoptimalkan kegiatan kepramukaan di Pesantren
Putri.
Pelantikan
Pengurus Baru
Pada tgl. 5 Agustus 2001, Koordinator Gerakan Pramuka
Pesantren Putri PMDG melaksanakan pergantian pengurus
baru periode 2001-2002 yang terdiri dari 7 andalan dan
9 Pembina Gudep (Bindep). Usai pembacaan laporan pertanggungjawaban
dilanjutkan dengan serah terima jabatan dan pelantikan
oleh Dr. K.H. A. Hidayatullah Zarkasyi selaku Pengasuh
dan KH. Sutadji Tadjuddin, M.A selaku Direktur KMI.
Adakan
KMD dan MPP
Untuk membekali calon pembina di masing-masing
Gudep agar mampu membina dengan baik, diadakanlah Kursus
Mahir Dasar (KMD). KMD ini dilaksanakan selama 7 hari
di Bumi Perkemahan Pesantren Putri, diikuti oleh 332 siswi
kelas lima. Untuk menindaklanjuti kegiatan KMD, diadakan
program Masa Pengembangan dan Pemantapan (MPP) selama
6 bulan sebagai syarat dalam mengikuti Kursus Mahir Lanjutan
(KML).
Adakan
KML
Sebagaimana yang telah dicanangkan dalam program tahunan
Gerakan Pramuka di Pesantren Putri, pada tgl. 23-30 Juni
2001 diadakan Kursus Mahir Lanjutan (KML). Kursus ini
diikuti oleh 96 peserta yang terbagi dalam 2 unit, yaitu
unit penggalang dan unit penegak.
Orientasi
Saka Bhakti Husada dan Saka Kencana
Pada tgl. 1-5 April 2001 diadakan Orientasi Saka Bhakti
Husada untuk memberi wawasan tentang kesehatan, agar pramuka
juga mempunyai tanggung jawab atas diri sendiri, masyarakat,
bangsa dan negara. Sebagai tindak lanjut dari orientasi
ini diadakan Posyandu pada hari Jum'at pada minggu kedua
setiap bulan. Selain itu, juga dilaksanakan Pelatihan
Saka Kencana pada tgl. 8-11 Juli 2001, diikuti oleh 250
peserta yang terdiri dari siswi kelas I intensif, III,
III intensif dan Kelas IV. Kegiatan ini bertujuan untuk
memberikan wawasan pembentukan keluarga yang berkualitas
dan penyuluhan KB kepada masyarakat.
Mengikuti
LP3 IX Regional se-Jawa Timur
Gugus Depan Pesantren Putri PMDG mendapat kesempatan untuk
mengikuti Lomba Perkemahan Pramuka Penggalang (LP3 IX)
Regional Jawa Timur tahun 2001 di Malang. Kali ini, Regu
Edelweis kontingen Pesanten Putri PMDG menjadi regu dan
juara favorit se-Jawa Timur menyisihkan peserta dari sekolah-sekolah
lanjutan dan pondok-pondok pesantren. Lomba yang diadakan
pada tgl. 8-13 Maret 2001 ini di bawah koordinasi Universitas
Negeri Malang.
Perkemahan
Penggalang dan Penegak
Untuk memperkenalkan kepramukaan kepada calon pelajar
di Pesantren Putri Pondok Modern diadakan Lomba Perkemahan
Penggalang dan Penegak pada awal tahun ajaran baru. Kegiatan
ini dilaksanakan pada tgl. 31 Januari - 2 Pebruari 2001.
Mengikuti
JAMNAS 2001 di Baturaden
Pramuka Penggalang Pesantren Putri PMDG mendapat kesempatan
untuk mengikuti Jambore Nasional yang diadakan di Taman
Wisata Baturaden Kabupaten Banyumas pada tgl. 3-12 Juni
2001. Pada acara tersebut Gerakan Pramuka Pesantren Putri
PMDG mengirimkan satu kontingen Penggalang yang didampingi
oleh 3 pembina.
ANEKA
RAGAM
Mereka
Yang Datang
Pesantren Putri PMDG setiap harinya terus dikunjungi tamu
baik perorangan maupun rombongan. Tamu perseorangan pada
tahun ini mencapai 23.821 orang. Adapun tamu rombongan
yang berkunjung di Pesantren Putri antara lain :
1. Pondok Pesantren at-Taqwa, Tasikmalaya
2. Rombongan kru RCTI
3. Pondok Pesantren al-Ikhlas, Sumbawa
4. MTs Sedayu
5. Rombongan Menteri Agama RI, Jakarta
6. Ibu-ibu pengajian Yogyakarta
7. Yayasan Khodijah, Surabaya
8. Pengurus Haji, Bantul
9. MI Ma'arif, Gresik
10. Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta
11. Pondok Pesantren Madinah, Makasar
12. Pondok Pesantren Miftahul Huda
13. SLTP Krian, Sidoarjo
14. Pondok Pesantren La-Tansa, Banten
15. Pondok Denanyar, Jombang
16. Madrasah Diniyah, Ponorogo
17. Rombongan Ibu Iga Wiranto
18. SLTP 2 Ngawi
19. SLTA 2 Ngawi.
WARTEL
Tambah 5 KBU
Wartel di Pesantren Putri Gontor kini mempunyai 15 KBU
(Kamar Bicara Umum), 10 KBU di dalam lingkungan kampus
untuk santriwati dan 5 KBU di samping Depot La-Tansa Putri
untuk tamu dan umum. Wartel ini dikelola 6 orang guru.
BKSM
Gontor Putri
Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM) merupakan
bagian yang bertugas menangani bidang kesehatan di Pesantren
Putri PMDG. Fasilitas yang dimiliki antara lain : 9 ruang
kamar pasien dan 1 ruang obat. Dengan 3 orang perawat
dan 1 orang dokter, BKSM dalam kesehariannya bertugas
mengontrol kesehatan di rayon-rayon dan mengadakan pengobatan
serta pencegahan penyakit di kalangan santriwati. BKSM
menyelenggarakan ASKES berupa obat dan perawatan dengan
biaya rendah bahkan cuma-cuma bagi pasien yang kurang
mampu. Dalam hal ini BKSM bekerjasama dengan LKMI (Lembaga
Kedokteran Mahasiswi Islam) Surakarta, Dinas Kesehatan
Dati II Ngawi, RSU dan RSI Sragen, RSU Drs. Moewardi dan
PKU Muhammadiyah Surakarta. Saat ini BKSM dikelola oleh
7 orang guru.
Wisma
Darussalam dan Perumahan Guru Gontor Putri
Meningkatnya jumlah tamu yang berkunjung di Pesantren
Putri mendorong PMDG untuk membangun Wisma Darussalam
sebagai tempat istirahat dan menghindari tamu yang bermalam
di luar kampus. Wisma Darussalam Pesantren Putri PMDG
pembangunannya dimulai pada tgl. 28 April 2001, dan hingga
bulan September 2001 telah menelan biaya sebesar Rp. 187.458.830,00.
Selain itu, PMDG membangun perumahan guru yang dimulai
pembangunannya pada tgl. 28 Maret 2001 menelan biaya sebesar
104. 174.677,00.
Untuk menunjang kebutuhan santriwati, Bagian Pembangunan
melakukan tambal sulam dan perbaikan sarana dan prasarana
santriwati meliputi masjid, asrama, kelas, dapur, WC dan
kamar mandi, dan lain-lain. Tahun ini tambal sulam menelan
biaya sebesar Rp. 540.107.550,00.
Depot
La-Tansa Putri
Untuk meningkatkan sarana dan fasilitas santri dan tamu,
Gontor Putri membuka Depot La-Tansa Putri (DLP), salah
satu unit usaha untuk menghimpun dana dari dalam. Meningkatnya
jumlah tamu di Gontor Putri, selain membangun Wisma Darussalam
juga memperluas DLP menjadi 17 x 12 m, dengan biaya Rp.
19.000.000, dan menambah fasilitas seperti : komputer,
kursi, meja makan, freezer, etalase menu, rice cooker,
dll.

|
GONTOR
PUTRI II : Tampil Dengan Kampusnya
yang Luas
Tahun
ini Gontor Putri 2 di usianya yang ke-4 tahun merealisasikan
pembangunan kampus baru yang dikhususkan untuk calon
pelajar.
Sebelum dibangun kampus Gontor Putri 2 ini, calon
pelajar bertempat di kampus Gon-tor Putri 1, sehingga
keberadaan mereka mengganggu disiplin santriwati
lama.
|
|
Selain
untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana calon santriwati
yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun, pembangunan
kampus Gontor Putri 2 juga bertujuan untuk mencetak input
KMI yang lebih berkualitas.
Pembangunan
Sarana Fisik
Pembangunan kampus seluas 10 hektar ini dimulai pada tgl.
5 Muharram 1422/1 April 2001 berlokasi di sebelah barat
kampus Gontor Putri 1, dikerjakan sepenuhnya oleh Pelaksana
Pembangunan dan Pemeliharaan Pergedungan/Peralatan Pondok
Modern Darussalam Gontor dengan melibatkan tenaga kerja
dari masyarakat sekitar. Adapun sarana dan prasarana yang
telah selesai dibangun adalah sebagai berikut :
- 1.
1 unit perumahan pengasuh dan pimpinan seluas 420 m2.
-
2. 1 unit gedung penerimaan tamu seluas 399 m2.
-
3. 1 unit koperasi dan kantin pelajar seluas 392 m2.
- 4.
5 unit asrama dan kelas (50 lokal) dengan rincian :
luas
8 m x 10 m x 10 ruang x 5 unit = 4.000 m2.
- 5.
1 unit perumahan guru seluas 420 m2.
- 3
unit kamar mandi dan WC dengan rincian :
Jumlah kamar mandi : 42 lokal x 3 unit = 126 lokal
Jumlah Wc : 24 lokal x 3 unit = 72 lokal
-
1 unit dapur santriwati (konstruksi baja) seluas 900
m2.
-
Pagar tembok keliling 658 m x 2 m.
- Gardu
listrik berkekuatan 66.000 watt lengkap dengan instalasi.
- Sumur
pompa berkekuatan 10 HP.
- Saluran
air, jalan masuk, dan pintu gerbang pondok.
Hingga
sekarang pembangunan kampus Gontor Putri 2 menelan biaya
sebesar Rp. 2.694.520.524,00.
Pendaftaran
Calon Pelajar
Pendaftaran calon pelajar dilaksanakan pada tgl. 1-31
juli 2001. Pada tahun ini, jumlah pedaftar di Gontor Putri
2 sebanyak 1.147 anak, yang terdiri dari tamatan SMP/MTs,
serta SD/MI, dan pindahan dari pondok pesantren.
Keadaan
Guru dan calon pelajar
Guru di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri II berjumlah
65 guru, dan calon pelajar berjumlah 1.147 anak. Adapun
klasifikasinya adalah sebagai berikut :
Selain mengajar, aktif mengikuti perkuliahan, guru mempunyai
tugas lain yang cukup berat seperti pengurus Kopda, kantin,
Kopel dan sektor lain, pembimbing kamar, dsb.
Pendidikan
dan Pengajaran
Gontor Putri 2 melaksanakan pendidikan dan pengajaran
baik intra kurikuler maupun ekstra kurikuler. Materi pelajaran
bagi calon pelajar meliputi : Baca Qur'an beserta tajwidnya,
Imla' (dikte Arab), berhitung angka dan soal, Bahasa Indonesia,
fiqih, serta beberapa materi Dirosah Islamiyah seperti
yang diajarkan pada siswa tingkat pertama di Gontor Putri
I. Adapun kegiatan ekstra kurikulernya meliputi : kepramukaan,
latihan pidato, olah raga, dan lain-lain.
Adapun penerapan disiplin santriwati yang mencakup seluruh
rutinitas kegiatan dan kehidupan mendapat bimbingan dan
pengawasan dari Ust. H. Muhammad Hudaya, M.Ag. wakil Pengasuh
Santriwati PM. Gontor dan Ust. Husni Kamil Jaelani, S.Ag.
Untuk memudahkan dalam pengelolaan, calon pelajar dibagi
menjadi beberapa tingkatan, yaitu:
- Khusus
Pondok Alumni (KPA) untuk calon santriwati yang pernah
belajar di Pondok Pesantren Alumni. Tingkatan ini diberi
materi pelajaran kelas I KMI.
-
Untuk Tamatan SMP/MTs dan SMU/MA dibagi menjadi :
Kelas A, untuk siswi tamatan SMP/MTs dan SMU/MA yang
sudah mampu membaca al-Qur'an, tajwid, imla', dengan
baik sekali.
Kelas C, untuk siswi tamatan SMP/MTs dan SMU/MA yang
mampu membaca al-Qur'an dengan baik.
Kelas E, untuk siswi tamatan SMP/MTs dan SMU/MA yang
belum mampu membaca al-Qur'an, dengan baik.
Kelas G, siswi tamatan SMP/MTs dan SMU/MA yang belum
mampu membaca al-Qur'an sama sekali.
- Untuk
tamatan SD/MI dibagi menjadi :
Kelas B, untuk tamatan SD/MI yang sudah mampu membaca
al-Qur'an dengan baik sekali.
Kelas D, untuk tamatan SD/MI yang mampu membaca al-Qur'an
dengan baik.
Kelas F, untuk tamatan SD/MI yang belum mampu membaca
al-Qur'an dengan baik.
Kelas H, untuk tamatan SD/MI yang belum mampu membaca
al-Qur'an.
Ujian
Masuk KMI
Setelah mendapatkan bimbingan selama kurang lebih 4 bulan,
calon pelajar yang berjumlah 1.247 mengikuti ujian masuk
KMI diadakan pada tgl. 3 Oktober 2001. Dari 1.147 calon
pelajar, 914 calon pelajar dinyatakan lulus (485 lulus
di Gontor Putri 1 dan 429 lulus di Gontor Putri II), dan
233 tidak lulus. Bagi calon pelajar yang belum lulus diwajibkan
mengikuti bimbingan belajar sampai tanggal 10 Ramadhan
1422 di Gontor Putri 2 dan diberi kesempatan mengikuti
ujian masuk gelombang II pada tanggal 21 Syawwal.

|
GONTOR
III : Geliat Darul Ma'rifat Menjelang
Sewindu diwakafkan
Pondok
Modern Gontor 3 Darul Marifat yang telah diwakafkan
oleh pendirinya Bapak KH. Drs. Kafrawi Ridwan M.A. beserta
keluarga besar Ridwan Fatimah ke Pondok Modern Gontor
Ponorogo sejak tgl. 11 De-sember 1994 lalu, hingga saat
ini terus bergeliat memacu perkem-bangannya untuk menyesuaikan
diri dengan dinamika perkembangan dan kemajuan induknya
Pondok Modern Gontor Ponorogo.
 |
Dalam
bidang pendidikan dan pengajaran, prioritas utamanya
adalah menerapkan seoptimal mungkin seluruh program
yang sudah tertata mapan di Pondok Modern Gontor.
Tentunya ada beberapa terobosan kreatif yang disesuaikan
dengan tuntutan keadaan, seperti ide menjadikan kamar
sebagai kelas kecil |
sekaligus
penunjukan wali kamar yang bertanggung jawab dalam pembinaan
disiplin, ubudiah, bahasa, serta hafalan doa dan
juz Amma. Juga menjadikan masjid sebagai kelas besar
dengan program kurikulum kepondok modernan, aqidah, akhlaq,
dan wawasan tentang dunia Islam kontemporer.
Hingga saat ini luas kampus Darul Marifat telah
berkembang menjadi 11,5 hektar, dari 6 hektar sewaktu
diwakafkan. Perkembangan tersebut, selain dari hasil pembelian
juga dengan adanya tambahan wakaf dari keluarga pendiri
dan wakif pondok yang pada tgl. 14 Oktober 2001 secara
resmi menyerahkan tambahan wakaf tersebut seluas 4,5 hektar
dari Bapak. Moh. Dimyati Ridwan Eng. Dan Bapak dr. Moh.
Sjoekri Ridwan Sp ( A ) dan dilanjutkan dengan acara pengumuman
ikrar wakaf di kampus Darul Marifat pada tgl. 15
Oktober 2001.
Dalam bidang sarana dan prasarana, Pondok terus berusaha
melengkapi kebutuhan sarana penunjang pendidikan dengan
membangun gedung-gedung, tambal sulam, memperbanyak tempat
cuci, tempat wudhu, jemuran, memperbaiki instalasi listrik,
instalasi air, menambah sarana transportasi, komunikasi,
dan lain-lain, sehingga suasananya lebih kondusif. Dan
yang dirasakan sangat bermanfaat adalah penemuan sistim
penyulingan air minum dengan tabung yang diisi active
karbon. Setelah terbukti bahwa hasilnya baik secara kualitatif
maupun kuantitatif maka sistim ini dikembangkan di Pondok
Modern Gontor Ponorogo, Gontor Dua, dan Pondok Putri Mantingan.
Dalam bidang penggalian sumber dana dan ekonomi produktif,
selain menggali potensi dari dalam Pondok sendiri, tahun
ini Darul Marifat membuka toko palen, dan toko besi
pensuplai kebutuhan Pondok dan masyarakat.
Selanjutnya dalam rangka meningkatkan peranan pondok dalam
pembinaan masyarakat, Darul Marifat juga mendirikan
pusat dawah masyarakat dengan aktifitas pendidikan
al-Quran bagi anak-anak, pengajian remaja dan orang
dewasa, pembinaan paguyuban pengemudi becak, dan kelompok
bimbingan sholat.
Berikut ini adalah uraian kegiatan utama Pondok Modern
Gontor Tiga Darul Marifat yang saat ini diasuh oleh
Ust. H. Ahmad Suharto,S.Ag.
Kulliyatu-l-Muallimin
Al-Islamiyah
KMI merupakan lembaga yang mempunyai tugas melaksanakan
program belajar mengajar formal di Darul Marifat.
Di bawah kepemimpinan Ust. H. Abdurrahim Sholeh sebagai
direktur, KMI terus berusaha meningkatkan kualitas pengajaran,
sarana, maupun manajemen administrasinya, dengan didukung
seluruh jajaran guru KMI.
Di antara aktifitas KMI untuk meningkatkan kualitas adalah:
gerakan tabkir ( masuk kelas tepat wakku ), pengontrolan
kelengkapan buku pelajaran santri sejak awal tahun ajaran,
gerakan belajar terpimpin pada malam hari, gerakan keliling
malam, peningkatan kebersihan kelas, menyelenggarakan
usbuul murojaah ( pekan ulangan umum ) untuk
14 materi pokok, dan pemberian raport hasil ulangan umum.
Di samping itu, juga diadakan beberapa gerakan untuk meningkatkan
mutu pengajaran, seperti : Pemeriksaan persiapan mengajar,
pemeriksaan batas-batas pelajaran, piket keliling ke kelas,
naqduttadris ( evaluasi pengajaran ), sorogan, dan bimbingan
penguasaan rnateri, perkumpulan guru vak untuk pendalaman
materi, dan perkumpulan wali kelas guna mengetahui keadaan
dan perkembangan anak didik.
Untuk mengevaluasi jalannya proses belajar mengajar selama
satu minggu, diadakan perkumpulan guru tiap hari Kamis.
Kesempatan ini juga dipergunakan untuk menyampaikan pengarahan
umum dan informasi tentang perkembangan berbagai hal yang
aktual baik di dalam maupun di luar pondok.
Pada tahum ajaran ini, KMI juga melengkapi alat-alat kantor
( 5 set meja guru), alat-alat peraga pelajaran MAFIKIB
dan geografi yang menghabiskan dana 6 juta rupiah, buku-buku
referensi, ensiklopedi, dan buku perpustakaan seharga
12 juta rupiah, dan peralatan sekolah, seperti: papan
tulis, meja guru, dan meja bangku siswa.
Keadaan
Guru dan Siswa
Setiap tahun jumlah siswa KMI Darul Marifat rata-rata
meningkat 200 orang. Hingga akhir tahun ajaran 1421/1422
(setelah rnengalami penambahan dan pengurangan), jumlah
siswa KMI Darul Marifat mencapai 1.140, dengan perincian:
Kelas
I : 511 siswa
Kelas I Int : 311 siswa
Kelas II : 84 siswa
Kelas III : 33 siswa
Kelas III Int : 40 siswa
Kelas IV : 12 siswa
Kelas V : 86 siswa
Kelas VI : 63 siswa
Sedang
guru KMI PM. Darul Marifat berjumlah 73 orang, yang
terdiri dari 10 orang guru senior, dan 63 orang guru yunior.
Selain mengajar, mereka juga terlibat dalam kepengurusan
di unit-unit usaha ekonomi produktif dan pos-pos pondok
laimya. Sejak dua tahun lalu sebagian besar guru yunior
mengikuti perkuliahan program S 1 di Fakultas Ushuluddin
ISID.
PENGASUHAN
SANTRI
Untuk membangun kepribadian santri yang utuh dalam seluruh
aspeknya seperti aspek aqidah, ibadah, akhlaq, pemikiran,
sosial, kesehatan, kesenian, olahraga, kecakapan dan keterampilan
maka di luar kegiatan formal pengajaran di kelas, santri
mendapat pembinaan melalui aktifitas pengasuhan di luar
kelas, di bawah bimbingan guru.
Pembinaan disiplin santri dilaksanakan melalui berbagai
hal seperti pengabsenan santri di kamar-kamar, pengabsenan
siswa kelas V dan VI setiap shalat jamaah, pengarahan
disiplin di Masjid Jami, dan pembentukan dewan bimbingan
dan konsultasi santri yang mempunyai masalah disiplin
di Pondok.
Pembinaan dan ishlah (perbaikan) bagi santri yang melanggar
disiplin dilakukan dengan jalan persuasive, mencatat semua
pelanggaran, memanggil dan menasehati, dan mendatangkan
orang tua/wali bila diperlukan untuk bersama-sama memberikan
pembinaan dan perhatian. Sedang pemberian sangsi fisik
dihindari semaksimal mungkin.
Pembinaan aspek ruhiyah ( Akhlaq, Ubudiyah, dan Aqidah
) diadakan melalui tauiyah diniyah (pengajian) yang
diadakan di kamar-kamar santri oleh guru, di masjid jami
dua minggu sekali oleh guru senior, dan hadistu-l-ruh
setiap selesai sholat Jumat oleh Pengasuh Pondok.
Sementara itu, untuk efektifitas pembinaan santri di asrama,
pengasuh pondok mengangkat guru sebagai wali kamar di
bawah koordinasi musyrif mantiqoh (pembimbing asrama).
Tugas utama para wali kamar adalah membina ibadah sehari-hari,
hafalan juz amma, disiplin dan bahasa santri.
Dalam bidang keorgani-sasian, santri mendapatkan kesempatan
untuk mengasah kecakapan leadership mereka melalui berbagai
kepanitian, kepengurusan, asrama, konsulat, maupun Organisasi
Pelajar Pondok Modern (OPPM) dalam bidang : olah raga,
kesenian, ketrampilan, koperasi pelajar, kantin dan koperasi
dapur, kebersihan lingkungan, kesehatan santri, keamanan,
pengajaran ekstra kurikuler melalui pelajaran sore, latihan
berpidato, penerangan dan informasi, serta pemakmuran
masjid. Kepengurusan organisasi pelajar ini ditangani
oleh siswa kelas lima dan enam sebagai santri senior.
Mengirim
Kontingen ke Jamnas 2001
Dalam kegiatan ke-pramukaan santri aktif dalam latihan
mingguan setiap hari Kamis dari mulai pukul 14.00-16.00
WIB, yang dibina oleh siswa kelas lima, di bawah Pembina
Gudep.
Kegiatan kepanduan Gontor 3 tidak terfokus pada kegiatan
di dalam pondok saja, tetapi juga aktif mengikuti kegiatan
di luar kampus seperti: JAMNAS di Baturaden Banyumas Jawa
Tengah, Pesta Penggalang di Gringging Kediri, Perkemahan
Pinsa dan Pinru di Pacet Mojokerto, dan berbagai lomba
kepramukaan lainnya. Adapun kegiatan umum tahunan untuk
seluruh santri pada tahun ini diadakan di darerah Plosoklaten
Pare selama tiga hari, cross country pada hari-hari besar
Islam juga diadakan.
Peningkatan kegiatan kepaduan ini diarahkan pada pengayaan
materi kepramukaan, yang meliputi jurnalistik, kebaharian,
kedirgantaraan, kecakapan dan keterampilan, teknologi
informasi dan telekomunikasi dan kesehatan. Dengan demikian
diharapkan kegiatan kepramukaan akan menjadi lebih fariatif
dan menarik.
Perluasan
Tanah Wakaf dan Pembangunan
Menjelang umur satu windu sejak diwakafkan, Gontor Tiga
Darul Marifat terus mengembangkan diri, baik dalam
program pendidikan, pem-bangunan fisik maupun dalam perluasan
tanah wakaf.
Pada saat diwakafkan pada tahun 1994, luas kampus mencapai
6 hektar. Untuk memperluas kampus, dilakukanlah pembelian
secara bertahap.
Pada tgl. 14 Oktober 2001/ 26 Rajab 1422 Pondok Modern
Gontor 3 menerima wakaf dari Bapak Drs. Moh. Dimyati Eng
seluas 23.860 m2 dan dari Bapak dr. Moh. Sjoekri Ridwan
Sp(A) seluas 21.490 m2. Pada tgl. 15 Oktober 2001 langsung
diadakan acara inspeksi ke lokasi dan pengumuman ikrar
wakaf di kampus Pondok Darul Marifat yang dihadiri
oleh 200 undangan dari masyarakat dan seluruh guru dan
santri pondok. Dengan demikian luas tanah pondok hingga
saat ini telah mencapai 11,5 hektar.
Derap
Pembangunan
Pada tahun ajaran 1421/1422 pembangunan di Darul Marifat
difokuskan pada pembangunan asrama, kelas, Wc, dan sarana
prasarana lain, di antaranya :
-
Pembangunan 4 unit gedung ( 2 unit selesai dan 2 unit
dalam proses pembangunan).
-
Pembangunan 3 unit KM/WC ( 75 kamar).
-
Penambahan 3 unit tempat jemuran.
-
Pembangunan ruang makan guru.
-
Pembangunan 5 unit tempat cuci dan wudhu santri.
-
Pembangunan gudang yayasan.
-
Penambahan teras selatan masjid
-
Rehabilitasi bagian kesehatan
-
Pemasangan pintu gerbang timur
-
Pembangunan pagar keliling Pondok
-
Pembuatan taman dan peng-hijauan di depan kelas baru
-
Plengsengan tanah-tanah rawan
-
Pemasangan paving di halaman kelas dan asrama.
-
Pembuatan jembatan permanen di belakang Al-Qolam
-
Pembangunan tempat parkir
-
Pembanguan toko besi dan toko palen
Selain
pembangunan gedung dan sarana fisik pondok juga melengkapi
peralatan yang menunjang kualitas pendidikan dan pengajaran
seperti:
-
Pembelian alat-alat kesehatan
-
Pembelian alat-alat peraga pelajaran MAFIKIB dan Geografi
KMI
-
Melengkapi sarana kantor ( meja dan almari)
-
Melengkapi buku-buku ensiklopedi, refrerensi dan perpustakaan
-
Pembagian sistim penampungan air minum 2 unit
-
Pembelian dua buah mesin diesel Kubota
-
Pembelian sebuah sepeda motor
-
Pembelian mesin fotocopi dan printer komputer
-
Pembelian 6 unit alat pemadam kebakaran
-
Penambahan 2 unit meja pimpong dan sarana olah raga
lainnya
Biaya
yang dikeluarkan Pondok untuk kepentingan hal-hal tersebut
mencapai Rp. 681.598.920,00. Dana tersebut dihimpun dari
sumber dana pondok, infaq wali santri dan simpatisan pondok.
Gerakan
Kemasyarakatan
PM. Darul Marifat juga melaksanakan beberapa kegiatan
kemasyarakatan dalam rangka pembinaan masyarakat dan sarana
dakwah. Di antara kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan
adalah: pembentukan Pusat Dakwah dan Pembinaan Masyarakat
melalui aktivitas pengajian TPA, remaja, kelompok bimbingan
sholat, pembinaan paguyuban pengemudi becak, pengajian
untuk masyarakat di sekitar pondok dan kabupaten Kediri,
pengisian khutbah Jumat di masjid-masjid sekitar,
penyelenggaraan kegiatan Ramadlan bersama masyarakat (tarawih,
kultum dan kulsub), penyelenggaraan sholat Idain
di lapangan pondok, dan pembagian daging kurban dan zakat
fitrah kepada masyarakat.
Di samping itu, Pondok juga memberikan kesempatan kepada
80 anggota paguyuban pengemudi becak untuk mengelola transportasi
Pondok-Gurah, ikut menjadi pekerja pondok (bangunan, dapur,
kantin, penatu, kebersihan dll.), menjadi penyetor lauk
pauk, jajan, dan buah di kantin dan dapur santri.
|
GONTOR
V :
Darul Muttaqin Dalam Meniti
Perjuangan dan Cobaan
Sebagai
Lembaga Pendidikan Islam filial Pondok Modern
Darussalam Gontor (PMDG) Pondok Modern Darul Muttaqin
(Gontor V), terus berbenah dalam berbagai bidang untuk
meningkatkan kuantitas dan kualitas santri.
Kegiatan
KMI Darul Muttaqin
Kulliyatu-l-Mu'allimin Al-Islamiyah (KMI) Darul
Muttaqin sebagai wadah kegiatan akademis mengupayakan
peningkatan serta optimalisasi pendidikan dan pembelajaran
siswa yang kian tahun kian meningkat. Pada tahun ini jumlah
siswanya mencapai 211 orang dengan jumlah gurunya mencapai
26 orang.
Di samping menyeleng-garakan kegiatan proses belajar-mengajar
rutin, pada tahun ini KMI Darul Muttaqin menyelenggarakan
kegiatan penting lainnya, antara lain:
- Menyelenggarakan
Ulangan Umum.
-
Menyelenggarakan belajar terpimpin (muwajjah).
- Mengadakan
bedah buku (fathul kutub) bagi siswa kelas VI pada tanggal
12-17 R. Awwal 1422 / 4-9 Juni 2001.
- Mengadakan
fathul kutub siswa kelas V pada tanggal 7-12 J. Ula
1422 / 28 Juli s.d 2 Agustus 2001.
- Melengkapi
buku referensi dan buku pegangan guru.
Pengasuhan
Santri
Pengasuhan santri Pondok Modern Darul Muttaqin bertanggung
jawab langsung atas aktifitas ekstra kurikuler santri.,
yang mencakup : bimbingan akhlak, kepribadian, disiplin,
ibadah, bahasa, keorganisasian OPPM, dan kepramukaan.
Semua kegiatan ini ditangani langsung oleh wakil pengasuh
pondok Ust. H. Muhammad Badrun Syahir, MA, dibantu oleh
staf pengasuhan. Di antara aktifitas pengasuhan santri
pada tahun ini adalah:
-
Latihan kepramukaan setiap hari Kamis.
- Latihan
pidato bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia.
- Kursus
bahasa Arab dan Inggris.
- Latihan
seni bela diri.
-
Bagor Cup.
-
Kursus Musik.
-
Tau'iyah diniyah mingguan.
-
Diskusi Umum kelas V dan VI.
-
Pagelaran Arena Gembira siswa kelas V dan VI.
-
Perkemahan Akbar seluruh siswa kelas I - V.
-
Penggalakan puasa sunnah Senin-Kamis dan puasa Arofah.
-
Penyelenggaraan Porseni antar kamar, lomba Volk Song,
festival lagu dan karaoke.
-
Pementasan Aneka Ria Nusantara dan demonstrasi bahasa.
-
Pertandingan persahabatan sepak bola dan basket dengan
klub luar pondok.
-
Penyelenggaraan sholat Idul Adha 1421, bertindak sebagai
imam Ust. M.Badrun, MA dan khatib Ust. Umar Said Wijaya
kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban
sebanyak 13 ekor kambing.
-
Peringatan 1 Muharram 1422 yang diisi dengan mau'idzah
hasanah oleh wakil pengasuh pondok, dan dimeriahkan
dengan lomba cerdas cermat dan pertandingan sepak bola
dan pertandingan bola volley.
Dinamika
Pembangunan
Proyek pembangunan yang telah terlaksana pada tahun
ini adalah:
-
Pembangunan Masjid dan Midho'ah Rp. 86.824.050
-
Pembangunan Kantor Pembantu Pengasuhan Rp. 5.333.550
-
Pembangunan Pagar (233 m) Rp. 15.548.000
-
Pembuatan jemuran Rp. 460.000
-
Pembangunan parit depan pintu gerbang Rp. 3.274.000
Jumlah Rp. 111.439.600
Di
samping itu pondok juga mengadakan proyek pembangunan
yang bersifat maintenance (pemeliharaan) dan rehab, seperti
:
-
Rehab Gedung Koperasi Pelajar Rp. 10.100.100
-
Rehab Masjid Lama Rp. 7.084.150
Jumlah Rp 17.184.250
Peresmian
Masjid Ar-Rahmah
Masjid Ar-Rahmah pondok modern Darul Muttaqin diresmikan
pada tanggal 17 Shafar 1422/11 Mei 2001, yang dihadiri
oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo,
KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, MA dan Drs. KH. Imam Badri,
direktur Yayasan Ar-Rahmah Jakarta H. Abdullah Said Baharmus,Lc.,
Bupati Banyuwangi Ir. H. Syamsul Hadi, sejumlah kyai Banyuwangi,
tokoh ulama, dan masyarakat sekitar.
Dengan diresmikannya masjid tersebut, kini Pondok Modern
Darul Muttaqin telah memiliki masjid yang lebih representatif
dari pada masjid sebelumnya yang masih berupa Mushalla
"Quba" dengan daya tampung 30 orang saja. Masjid
Ar-Rahmah ini dibangun atas bantuan Ibu Yusri Hamad Al-Faris
(Kuwait) melalui Yayasan Ar-Rahmah Jakarta. Masjid yang
yang berukuran 10 x 10 m yang dilengkapi satu unit midho'ah
(tempat wudhu) dan dua kamar mandi ini menelan biaya Rp.
86.824.050.
Sebuah
Musibah
Pondok Modern Gontor V Darul Muttaqin senantiasa sarat
dengan program reguler di bidang akademis maupun non-akademis.
Dalam rangka melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler, Pondok
mengadakan perkemahan akbar yang diikuti oleh seluruh
siswa kelas satu hingga kelas lima. Sementara siswa kelas
VI dikonsentrasikan untuk kegiatan dalam Pondok, sehingga
tidak terlibat secara langsung dalam acara perkemahan
ini. Acara pembukaan dan pemberangkatan peserta dilaksanakan
pada tanggal 5 Juli 2001 dari kampus menuju bumi perkemahan
di lapangan Songgon. Perkemahan di luar kampus Pondok
ini berjalan sesuai dengan program yang telah dicanangkan
selama empat hari dari tanggal 5 hingga 8 Agustus 2001.
Pada hari Ahad pagi, 8 Agustus 2001 pukul 08.00, diadakan
pada acara penutupan perkemahan yang dilanjutkan dengan
pembersihan lapangan hingga pukul 11.00. Karena ada keterlambatan
mobil truk penjemput, perpulangan peserta perkemahan dimulai
pada pukul 12.00. Dalam perjalanan pulang, pada tikungan
jalan yang menurun di perbatasan antara desa Balak dan
Pakis, truk oleng dan terperosok masuk ke dalam sungai
berbatu sedalam + 5 m.
Dalam kecelakaan ini, empat orang santri meninggal dunia.
Seorang (Endang Sumarno dari Bandung) meninggal di tempat
kejadian, sedangkan tiga orang lainnya (Ahmad Fauzi Ridwan
dari Bekasi, M. Saifuddin dari Pontianak dan Supriadi
dari Serang Banten) meninggal setelah mendapat perawatan
di Rumah Sakit.
Semoga
Allah menerima segala, amal kebaikan mereka, mengampuni
segala dosa mereka dan menerima mereka di antara syuhada'
fi sabiilihi, Amin.
|
GONTOR
VI : Darul Qiyam Optimalkan Kegiatan
Santri
Di
usianya yang masih relatif muda, Pondok Modern Daarul
Qiyam (Gontor VI) yang terletak di dusun Gadingsari desa
Mangunsari kecamatan Sawangan kabupaten Magelang ini mulai
menata diri. Cabang Gontor di Magelang ini ikut terimbas
oleh cepatnya perkembangan Gontor dan mobilitasnya yang
tinggi, sehingga berbagai macam persiapan, pembangunan
sarana dan prasarana serta dana terus ditingkatkan secara
maksimal, mengingat bahwa tahun mendatang Pondok harus
menampung lebih dari 200 orang dari jumlah sekarang yang
berjumlah 174 siswa.
Pondok yang resmi diwakafkan kepada Pondok Modern Darussalam
Gontor (PMDG) pada tanggal 22 Pebruari 2000, sudah mulai
aktif melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Penyelenggaraan
kegiatan akademis maupun non-akademis ditangani oleh 25
orang langsung didatangkan dari Gontor. Sebagai pengasuh
adalah H. Farid Sulistyo, Lc. dan H. Muhammad Abdullah
Bajuri, Lc., keduanya diberi amanat oleh bapak Pimpinan
Pondok Modern untuk mengasuh di Pondok Cabang tersebut.
Di bidang akademis, selain menjalankan rutinitas belajar
mengajar di dalam kelas, KMI Daarul Qiyam menjalankan
beberapa program penunjang seperti: mengadakan belajar
malam terpimpin (muwajjah), tabkir masuk kelas, tanda
tangan I'dad tadris, dan mengadakan perubahan kelas sesuai
dengan hasil ujian pertengahan tahun.
Di kampus yang terletak di lereng gunung Merbabu dan dekat
dengan gunung Merapi ini, siswa-siswa yang rata-rata lulusan
dari Sekolah Dasar diberi bekal kepesantrenan. Macam-macam
kegiatan dan aktifitas ekstra-kurikuler mulai dari pramuka,
latihan manasik haji, lomba pidato tiga bahasa mulai diadakan.
Yang lebih menyenangkan bagi mereka adalah ketika mengadakan
acara peringatan HUT kemerdekaan Republik Indonesia 17
Agustus 1945, bermacam-macam kegiatan dilombakan mulai
dari yang kecil sampai yang besar dan melibatkan pemuda
dan masyarakat sekitar. dengan berbagai macam perlombaan
yang melibatkan pemuda dan masyarakat sekitar. Sebelumnya
pondok juga mengirimkan 2 regu penggalang untuk mengikuti
perkemahan dalam rangka HUT hari Pramuka se-kecamatan
Sawangan.
Segala aktifitas dan kegiatan pondok bukan hanya di sosialisasikan
ke dalam akan tetapi juga disosialisasikan ke luar, ini
agar masyarakat dapat memahami dan menerima keberadaan
pondok modern di sana. Kegiatan rutin pengajian dan TKA/
TPA disentralkan di Masjid Jami' Daarul Qiyam, sehingga
secara langsung pondok ikut berpartisipasi dalam kegiatan
kemasyarakatan yang terfokus dalam pendidikan agama. Walaupun
begitu rutinitas santri tidak terganggu, kegiatan harian,
mingguan, bulanan, dapat dilaksanakan dengan lancar.
Infrastruktur pondok relatif cukup terpenuhi, mulai dari
kantin yang dikelola santri sendiri, koperasi pelajar,
dan budi daya ikan. Untuk menambah sarana dan prasarana
santri, tahun ini dibangun 6 kamar mandi dan 5 kamar WC,
2 unit bangunan untuk 6 lokal kelas, pagar pembatas di
sebelah barat kampus, pondasi 17 ruang kamar mandi dan
WC, dan terop bambu di depan pendopo. Sedangkan bangunan
yang masih dalam tahap penyelesaian adalah wisma tamu,
yang terdiri dari 4 kamar, di atas tanah seluas 2,3 ha.
Tahun depan Daarul Qiyam diperkirakan bisa menampung 250
siswa.
Bukan hal yang mustahil, apabila pondok ini akan dapat
berkembang, seiring dengan respon positif masyarakat sekitar.
Kepercayaan dan dukungan itu merupakan modal yang harus
diinvestasikan dalam usaha praktis untuk perkembangan
dan kemajuan Pondok. Sebagaimana seruan Pimpinan kepada
seluruh staf di setiap sektor agar berfikir menyeluruhm,
dalam arti harus tahu permasalahan, menganalisa, masalah
, dan memutuskannya. Bukan hanya santri yang ada di Gontor
saja yang dipikirkan, tapi juga semua yang ada di pondok-pondok
cabang yang mencapai 12.799 orang santri dan guru. Sungguh
jumlah yang begitu besar pada suatu institusi pendidikan
dengan berbagai macam masalah pula.
Gerakan akademis mulai diaktifkan sesuai dengan sunnah
dan ketentuan yang berlaku di Gontor, seperti : penandatanganan
I'dad tadris, belajar malam, dan pembacaan absen disiplin.
Satu hal lagi yang tak kalah pentingnya adalah gerakan
tabkir masuk kelas, bagi siswa yang terlambat dikenakan
hukuman yang bersifat mendidik demi terselenggaranya pendidikan
dan pengajaran. Sebagai pondok cabang ke-enam, usaha meraih
kualitas yang sederajat dengan pusatnya terus dilakukan
secara optimal. Kondisi dan milieu Pondok diciptakan sedemikian
rupa sehingga terwujudnya iklim yang kondusif bagi tercapainya
kualitas yang diharapkan.
Meskipun masih banyak kendala dan masalah yang dihadapi,
namun hal tersebut dapat dijadikan sebagai pendidikan
untuk berkreasi dan berpikir bagi santri dan guru.
|
opyright
by
Panitia
Penerbitan Wardun
Pondok
Modern Darussalam Gontor
Ponorogo
Indonesia telp. (0352) 311711 -311911
email
: darussalam@gontor.or.id
|