Berita Keluarga

Pernikahan

Segenap keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor mengucapkan alfu mabruk dan mengiringkan do'a kepada kader-kader Pondok Modern yang melangsungkan pernikahan. Semoga mereka menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah, dan semoga mendapatkan keturunan yang melanjutkan perjuangan di Pondok Modern, bermanfaat bagi agama dan bangsa, amin. Mereka yang melangsungkan pernikahan adalah :

KH. Kafrawi Ridwan, M.A

Dengan

Hj. Ismarlini, SH Pada tanggal 15 Januari 2001

Ust. Suyanto, S.Ag (Pacitan)

dengan

Ustdz. Eko Nur Fathimah, S.Ag (Sragen) Pada tanggal 18 Pebruari 2001

Ust. Muhammad Mubarak, S.Ag (Mambil - Ponorogo)

Dengan

Ustd. Musahilatin Pada tanggal 10 Maret 2001

Ust. H. Nasruddin, Lc (Sawoo - Ponorogo)

dengan

Afidah Hani Fauziyah (Gontor-Ponorogo) Pada tanggal 27 Mei 2001

 

Ust. Muhammad Tasdiq, S,Ag (Tulungagung)

dengan

Siti Ummi Rikhana, S.Ag (mambil - Ponorogo) Pada tanggal 28 Agustus 2001

Ust. Damanhuri, S.Ag (Malo - Ponorogo

dengan

dr. Khusnul Khotimah (Balong - Ponorogo) Pada tanggal 25 September 2001

Ust. Sunarto, S.Ag, (Sooko)

dengan

Ustd. Ummi Hanifa (Jakarta) Pada tanggal 7 Oktober 2001

Berita Duka

Innalillaahi wainnaa ilaihi rooji'uun. Seluruh keluarga Pondok Modern Darussalam Gontor turut berduka cita atas wafatnya beberapa anggota keluarga Pondok Modern. Semoga arwah mereka diterima oleh Allah SWT. dengan khusnul khotimah, kesalahan dan dosanya diampuni dengan penuh maghfiroh-Nya dan amal ibadahnya diterima, dan keluarganya diberi kesabaran dan ketabahan, amin.

KH. Al-Muhammady bin H. Sofwan Umur : 72 tahun

Hari/Tanggal : 6 Desember 2000

Alamat : Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 21 Yogyakarta

Keterangan : Anggota Badan Wakaf

KH. Ibrohim Thoyyib bin KH. Moh. Thoyyib

Umur : 76 tahun

Tanggal : 5 Mei 2001

Alamat : Pondok Modern Wali Songo, Ngabar, Ponorogo

Keterangan : Pimpinan Pondok Pesantren Wali Songo, Ngabar, Ponorogo

KH. Abdullah Mahmud bin M. Iskandar

Umur : 73 tahun

Tanggal : 8 Mei 2001

Alamat : Timur Kampus Pondok Modern Gontor

Keterangan : Ketua YPPWPM

Ust. Eko Husni Jaya

Umur : 20 tahun

Alamat : Jl.Merak Timur No 9 Rt. 5 Ds. Brangsi Kec. Laren Kab.Lamongan

Keterangan : Guru KMI Alumni tahun 2000

Drs. H. Ahmad Bahri AS

Umur : 60 tahun

Tanggal : 16 Oktober 2001

Alamat : Sidosermo 3 No. 16 Surabaya

Keterangan : Suami Ibu Siti Utami Sahal, SH. (menantu KH. Ahmad Sahal).

Dewi Suyudi

Umur : 49 tahun

Tanggal :

Alamat : Jl. Anggrek No. 2 Mojokerto Jawa Timur

Keterangan : Keluarga H. Ahmad Sukarto (Pak Lurah Sukarto)

Fardani Rahman Umur : 13 Tahun

Hari/Tanggal : 17 Juli 2001

Alamat : Jl. Lestari Gg. Manalagi XII/9 Pejeruk Bangket Kel. Pejeruk Amdewan Mataram NTB

Keterangan : Siswa KMI Gontor II

 

H. Dhomiri Fadhil

Umur :

Hari/Tanggal : 26 Februari 2001

Alamat : Kebomas - Gresik

Keterangan : Guru KMI dan Dosen ISID

Ahmad Mukhlisin

Umur : 18 tahun

Hari/Tanggal : 20 Juli 2001

Alamat : Jl. Kartini No. 34 / 75 Babad Lamongan Jawa Timur

Keterangan : Siswa Kelas VI K

Endang Sumarno

Umur : 12 tahun

Hari/Tanggal : 8 Agustus 2001

Alamat : Cibuntu Sayuran Rt. 01/06 Gg. Lobe Bandung

Keterangan : Siswa KMI Darul Muttaqin Banyuwangi

Ahmad Fauzi Ridwan

Umur : 15 tahun Hari/Tanggal : 8 Agustus 2001

Alamat : Jl. Delima Rt. 01/02 Jl. Prof. M. Yamin Kel. Duren Jaya Bekasi Timur

Keterangan : Siswa KMI Darul Muttaqin Banyuwangi

M. Saifuddin

Umur : 17 tahun Hari/Tanggal : 8 Agustus 2001

Alamat : Jl. WR Supratman Gg. Waru 11 Pontianak Kalimantan

Keterangan : Siswa KMI Darul Muttaqin Banyuwangi

Supriadi bin Hamidi

Umur : 15 tahun

Hari/Tanggal : 12 Agustus 2001

Alamat : Jl. Bojonegara Kampung Beji Bojonegara Rt. 02/05 Kec. Bojonegara Kab. Serang Banten

Keterangan : Siswa KMI Darul Muttaqin Banyuwangi



KH Abdullah Mahmud | KH. Ibrohim Toyyib | KH. Almuhammady | Ustadz Damiri Fadil

In Memoriam :
KH Abdullah Mahmud

Beliau dilahirkan di Ngawi, 15 Sep tember 1928 dari pasangan Bapak M. Iskandar dan Ibu Ismiatun. Beliau adalah seorang organisator ulung, setamat dari Tsanawiyah Islam Solo, sudah sibuk dalam keorganisasian Partai Serikat Islam Indonesia (PSII), dan sempat menjabat sebagai Sekretaris Majlis Syari' PSII Pusat.

Sebelum masuk Pondok Modern Darussalam Gontor, sudah aktif di organisasi Hizbullah. Pada tahun 1951, bersama teman-teman PSII menentang kebijaksanaan Pemerintah yang menyebabkan masuk penjara selama 9 bulan. Sekeluarnya dari penjara, oleh bapaknya dihadapkan kepada dua pilihan antara melanjutkan belajar atau mencari pekerjaan. Dengan penuh keyakinan yang didorong semangat belajar beliau memilih untuk melanjutkan belajar. Tanggal 4 Januari 1952 beliau masuk Pondok Modern Darussalam Gontor di umurnya yang ke-24 tahun. Dikarenakan tahun ajaran baru sudah berjalan setengah tahun, beliau belum dapat diterima sebagai santri, melainkan diterima sebagai mustami'. Baru pada bulan Syawwal dapat diterima sebagai santri kelas tiga.

Selama di KMI, beliau tidak pernah meninggalkan semangat berorganisasi dengan aktif berkecimpung dalam organisasi-organisasi yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor. Ketika mukim pertama kalinya, beliau dipercaya oleh KH. Imam Zarkasyi untuk menjadi ketua Panitia Bulan Ramadhan (PBR). Karena dipandang baik dan mampu dalam menjalankan tugas selama di PBR, maka pada bulan Syawwal juga dipilih menjadi ketua Panitia Bulan Syawwal (PBS), sampai tiga periodeberturut-turut (1952,1953,1954). Pada tahun 1954 beliau dipercaya kembali menjadi ketua PBR. Dan selama di KMI beliau tidak meninggalkan kesibukannya di PSII.

Setelah tamat dari Pondok Modern tahun 1955 (yang pada waktu itu hanya sampai kelas lima) , Bapak Pimpinan memberikan amanat kepada beliau untuk mengajar selama satu tahun, kemudian pulang ke masyarakat dan kembali terjun di Organisasi PSII dan PII (Pelajar Islam Indonesia). Pada tahun 1956 beliau diangkat menjadi Ketua Komisariat PII se-karesidenan Madiun sampai tahun 1958, dan pada tahun itu pula beliau ditunjuk sebagai koordinator komisariat PSII daerah Madiun.
Beliau dipanggil kembali ke Gontor oleh KH. Imam Zarkasyi ketika Pondok hendak mengadakan acara peringatan 4 windu pada tahun 1958, dan diminta untuk menjadi panitia pelaksana acara tersebut. Dalam acara Peringatan 4 Windu inilah dilaksanakan acara penyerahan wakaf dari TRIMURTI kepada IKPM dan pembentukan Badan Wakaf yang diketuai oleh KH. Idham Cholid, sedangkan beliau termasuk salah satu anggotanya.

Dalam kurun waktu 3 tahun (1964-19670, beliau menjalankan tugas yang berbeda, yaitu di samping sebagai pengurus Yayasan Pondok Modern, juga bertugas sebagai sekretaris Majlis Syari' PSII di Jakarta. Namun pada tahun 1967 beliau diminta oleh KH. Ahmad Sahal untuk meninggalkan PSII dan berkonsentrasi untuk berjuang di Pondok Modern Gontor. Pada tahun 1963 s.d. 1999 beliau dipercaya menjadi Sekretaris Badan Wakaf, dan dari tahun 1999 sampai 2001 beliau dipercaya sebagai Ketua II Badan Wakaf Pondok Modern, Ketua Yayasan Pemeliharaan dan Perluasan Wakaf Pondok Modern, Ketua Majlis Riyasatil-ma'had Wali Songo Ngabar dan Ketua Yayasan Pendidikan dan Da'wah Islamiyah Indonesia di Ponorogo.

Beliau juga dipercaya oleh KH. Ahmad Sahal Dan KH. Imam Zarkasyi untuk menjadi pelaksana pembagunan Masjid Jami PMDG, yang mulai dibangun tahun 1970. Hanya bermodalkan kepercayaan, kemauan, dan kesungguhan, beliau menerima amanat tersebut, dengan sebuah prinsip "karena orang percaya maka saya berusaha menjalankan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya". Berangkat dari kebutaan beliau tentang konstruksi bangunan, beliau mulai mendalami masalah konstruksi bangunan baik melalui literatur yang ada maupun berkonsultasi kepada ahli bangunan. Karena keberhasilan beliau dalam melaksanakan pembangunan masjid dengan baik, maka KH. Ahmad Sahal dan KH. Imam Zarkasyi mempercayakan tanggung jawab pembangunan gedung-gedung Pondok Modern Gontor kepada beliau.
Di tengah-tengah kesibukan beliau sebagai Ketua Yayasan Pemeliharaan dan Perluasan Wakaf Pondok Modern dan penanggung jawab pembangunan pergedungan Pondok Modern Gontor, beliau menyempatkan diri untuk menulis buku Tata Negara sebagai buku paket di KMI Pondok Modern Darussalam dan sebagian Pondok-pondok Alumni.
Pada hari selasa tanggal 8 Mei 2001/14 Safar 1422 pukul 06.30 di Rumah Sakit Aisyiyah Ponorogo, beliau dipanggil ke rahmatullah pada usia 73 tahun yang disebabkan oleh lemah jantung dan sembab paru. Beliau dikebumikan di makam Pondok Modern Darussalam Gontor yang belum lama selesai dibangun, sekaligus untuk bukti kebenaran ucapan beliau yang sering diucapkan di akhir-akhir hayatnya : “ Saya lah yang akan menjadi penghuni pertama kali makam itu”.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosanya dan menerima segala amalnya.

Biodata
Nama : KH. Abdullah Mahmud
Tempat/Tgl. Lahir : Kauman Ngawi, 15 September 1928
Usia : 73 tahun
Wafat : 8 Mei 2001
Pendidikan : - Madrasah Ibtidaiyah (1942)
- Madrasah Al-Islam Solo (1945)
- KMI Gontor (1956)
- Mahasiswa Perguruan Tinggi Darussalam (PTD) 1963-1964
Jabatan Di Pondok Modern Darussalam Gontor
1. Guru KMI Pondok Modern Darussalam Gontor 1957-2001
2. Sekretaris Yayasan Perguruan Tinggi Darussalam 1963
3. Ketua Yayasan Pemeliharaan dan Perluasan Wakaf Pondok Modern 1998- 2001
4. Anggota Badan Wakaf Pondok Modern Sejak 1958
5. Ketua Badan Wakaf PM. Darussalam Gontor 1998-2001
Di luar Pondok Modern Darussalam Gontor
1. Anggota Pasukan Hizbullah tahun 1947
2. Ketua Pelajar Islam Indonesia (PII) Daerah Madiun
3. Sekretaris Jendral PSII Pusat
4. Ketua Majlisu Riasatil-Ma'had Wali Songo Ngabar Ponorogo
5. Ketua Yayasan Pendidikan dan Dakwah Islamiyah Indonesia di Ponorogo.
Istri 1. Siti Tismiyati (almarhumah)
2. Ummi Salamah
Mendapat 6 orang putra/putri dari Ibu Siti Tismiyati dengan 7 orang cucu.


KH. Almuhammady :
Dari Gontor menjadi Pengusaha Batik


Beliau dilahirkan di Madiun, 29 Mei 1928, dari pasangan Bapak H. Sofwan dan Ibu Hj. Siti Aminah. Beliau adalah salah seorang murid dan anak asuh KH. Ahmad Sahal yang taat dan tekun, sehingga sampai akhir hayatnya selalu mengamalkan nilai dan ajaran Pondok Modern Gontor.
Setelah menamatkan Sekolah Rakyat di Madiun tahun 1939, beliau melanjutkan pendidikannya di MULO, sekolah lanjutan tingkat pertama zaman Belanda pada waktu itu. Sejak anak-anak, Almuhammady mendapat pengetahuan agama dari kedua orang tuanya, sehingga setelah menamatkan pendidikannya di MULO tahun 1941, beliau melanjutkan ke Pondok Modern Darussalam Gontor dan tamat pada tahun 1946.
Semasa menjadi santri di Gontor, beliau termasuk santri yang tekun dan pandai, sehingga KH. Ahmad Sahal menganggap beliau seperti anak kandungnya sendiri, bahkan putra dan putri KH. Ahmad Sahal diasuh oleh beliau sejak kecil hingga beliau tamat.
Setamat dari KMI, beliau tidak melanjutkan studi, melainkan bekerja membantu orang tuanya di toko buku dan alat-alat tulis HYY Ibrohim di Jln. KH. Agus Salim, Madiun.
Pada tahun 1948, beliau menikah dengan Siti Astanah binti H. Bilal, Yogyakarta. Namun pada tahun itu beliau belum berdomisili di kota Gudeg tersebut dan kembali ke Madiun meneruskan usaha orang tuanya.
Tahun 1950 beliau pindah ke Yogyakarta dan mulai merintis batik, belajar dari H. Bilal, mertuanya. Dengan bermodal ketekunan dan kedisiplinan, beliau meneruskan perusahaan batik H. Bilal dengan manajemen yang rapi, dan pengetahuannya akan berbagai corak batik nusantara, menjadikan perusahaan tersebut berkembang maju. Dari keahliannya dan karya batiknya, beliau mulai memasarkan batiknya ke beberapa daerah di pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan, bahkan sampai ke beberapa negara seperti Suriname sampai saat ini.
Keberhasilannya sebagai pengusaha batik bukan berarti lupa dengan almamaternya, akan tetapi beliau tetap mengabdi dan sering bersilaturrahmi ke Gontor, bahkan Trimurti dan putra putrinya yang melanjutkan studi di Yogyakarta sering singgah di kediamannya, seperti keluarga sendiri.
Pada tahun 1958, pada acara peringatan seperempat Abad Pondok Modern dan Penyerahan Wakaf oleh Trimurti, beliau termasuk yang mendapat amanat menjadi penerima wakaf, dan semenjak itulah beliau menjadi anggota Badan Wakaf Pondok Modern hingga tahun 2000.
Selain menjadi Anggota Badan Wakaf, beliau juga aktif dalam beberapa kepengurusan dan organisasi Muhammadiyah di Yogyakarta. Di antaranya adalah aktif dalam kepengurusan Masjid Syuhada’ Yogyakarta, pengurus Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Di usianya yang ke 71, beliau mengalami sakit serius dan di rawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta, dan pada tgl. 6 Desember 2000 beliau dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, meninggalkan, seorang istri, 5 orang anak, dan 13 orang cucu.
Selama hidup hingga akhit hayatnya, beliau selalu menanamkan nilai-nilai dan ajaran Trimurti pendiri Pondok Modern kepada keluarganya. Semoga amal ibadah beliau diterima disisi-Nya. Amin yaa robbal ‘aalamin.

Biodata
Nama : KH. Almuhammady
Lahir : 29 Mei 1928
Wafat : 6 Desember 2000
Pendidikan : Sekolah Rakyat (1939)
MULO (1941)
KMI Gontor (1946)
Karier :
1. Pengusaha Batik (1950-2000)
2. Pengurus Masjid Syuhada' Yogkayarta
3. Pengurus Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
4. Anggota Badan Wakaf (1958-2000)


KH. Ibrohim Toyib :
Merintis Pesantren Wali Songo

Almarhum adalah Pimpinan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo, salah satu pondok alumni Gontor. Beliau lahir di Ngabar 12 Mei 1925, wafat pada tanggal 5 Mei 2001/12 Shafar 1422 H, jam 20.45 WIB. meninggalkan seorang isteri, dan tujuh putra\putri.
Beliau menamat-kan belajarnya di SR (Sekolah Rakyat) pada tahun 1937, kemudian melanjutkan belajarnya di Madrasah Bustanul Ulum Tegalsari, tamat pada tahun 1946. Selama belajar di Madrasah beliau juga belajar kitab kuning di malam harinya, dan mengajar adik-adik kelasnya.
Pada tahun 1947 beliau masuk KMI Gontor, langsung diterima di kelas III. Pada tahun 1948 beliau sempat keluar dari KMI untuk ikut berjuang melawan pemberontakan PKI di Madiun. Pada tahun 1949 kembali lagi ke KMI untuk meneruskan studi. Setelah tamat pada tahun 1952, beliau mengabdi di Gontor sampai tahun 1998. Walaupun demikian beliau tetap tercatat sebagai guru KMI Gontor hingga akhir hayatnya.
Semasa muda beliau aktif dalam perhimpunan-perhimpunan pemuda termasuk dalam barisan Hizbullah, juga aktif dalam kepengurusan GPII. Pada tahun 1961 bersama ayah dan saudara-saudaranya mulai merintis pondok pesantren dengan santri perdana berjumlah 9 orang, yang mengilhami nama Pondok Pesantren Wali Songo yang dirintisnya. Pondok ini mempunyai kurikulum yang sama dengan KMI Gontor sehingga santri-santrinya bisa langsung melanjutkan ke KMI Gontor. Beliau mewakafkan pondoknya pada tahun 1980, sepeninggalan beliau kepemimpinan pondok dilanjutkan oleh tiga orang; KH.Drs. Hariyanto, MA, KH. M. Zainuddin, Lc, KH. Imam Hidayat, S. Ag.

Biodata:
Nama : KH. Ibrahim Toyyib
Lahir : 12 Mei 1925
Wafat : 5 Mei 2001
Pendidikan : 1. SR (Sekolah Rakyat), tamat 1937
2. Bustanul Ulum, Tegalsari, tamat 1946
3. KMI Gontor, 1947 s.d. 1952
Karir :
1. Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, 1961 s/d 1980
2. Pimpinan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, 1980 s/d 2001
3. Wakil Ketua MUI Ponorogo, 1975 s/d 1988
4. Ketua MUI Ponorogo, 1988 s/d 2001
5. Ketua IPHI, s/d 2001
6. Guru KMI Gontor, 1952 s/d 2001
7. Penasehat Yayasan Al-Arham Pesantren Putri Al-Mawaddah Coper Jetis Ponorogo
8. Rektor Institut Agama Islam Riyadhotul Mujahidin Ngabar
Anggota Legium Vetran RI.


Ustadz Muhammad Damiri Fadil, Lc, Dipl.
Kader Generasi Perdana ke Mesir


Muhammad Damiri Fadil dilahirkan di Gresik, 1 Rajab 1350 dari pasangan Bapak H. Fadil dan Ibu Hj. Masnunah. Beliau merupakan kader pertama Pondok Modern Darusalam Gontor (PMDG) yang melanjutkan studi ke Mesir.
Sebelum masuk Gontor, sempat mondok di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang hingga tahun 1948. Pada tahun yang sama meneruskan studinya ke Pondok Modern Darussalam Gontor hingga tamat KMI tahun 1952.
Setelah menamatkan KMI, beliau mengabdi di PMDG selama 3 tahun (1953-1956), kemudian melanjutkan studi ke Universitas Darul Ulum Kairo Mesir hingga meraih gelar Lc tahun 1961. Pada tahun 1957, sewaktu KH. Imam Zarkasyi berkunjung ke Mesir dalam rangka menghadiri Muktamar Islam se-Dunia sekaligus mengurus masalah pelajar/mahasiswa Gontor yang melanjutkan studi di Kairo, beliaulah yang menjadi guide-nya.
Setelah menamatkan pendidikannya di Darul Ulum pada tahun 1962, melanjutkan studinya di Universitas yang sama hingga meraih gelar High Diplom tahun 1964, setelah itu melanjutkan studi lagi di Fakultas Tarbiyah Universitas ‘Ain Syams Kairo hingga meraih gelar High Diplom in Education tahun 1969.
Selain belajar di Darul Ulum dan ‘Ain Syams, beliau juga menjabat sebagai lokal staff di KBRI Kairo hingga tahun 1991, kemudian kembali ke tanah air untuk mengabdi di PMDG hingga akhir hayatnya.
Pada tahun 1987, beliau menikah dengan ibu Hidayatul Hikmah.Walaupun dalam usia yang sudah cukup lanjut, namun usahanya untuk memperoleh keturunan terus diusahakan, yang akhirnya pada tahun 1996 dikaruniai seorang putra bernama Walid Gholi.
Beliau terpilih sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Studi Islam Darussalam (ISID) pada tahun 1996 hingga 1998. Tatkala ditinggal wafat istrinya pada tahun 2000, beliau masih dalam kondisi rawat jalan karena stroke yang dideritanya. Mengingat kondisi kesehatan dan fisik yang lemah dan pertimbangan lain maka beliau di rawat oleh adiknya Ust. Muhith Fadil yang juga alumni PMDG.
Beliau wafat pada tanggal 24 Pebruari 2001, setelah menjalani perawatan intensif di RS. Fatmawati Jakarta pada tanggal 24 Februari 2001.
Selama mengabdi di Gontor, selain mengajar di KMI dan dosen ISID, beliau merupakan salah seorang pakar dan marji’ bahasa Arab dan gemar memberikan uslub ‘araby dan hadiitsu Tsulasa kepada para santri yang kemudian dibukukan menjadi haditsu kulli yaumin.
Semoga amal dan ibadahnya diterima oleh Allah SWT, dan segala dosa beliau diampuni oleh Allah Swt.

Biodata :
Nama : Muhammad Damiri Fadil
Lahir : Gresik 1 Rajab 1350 H, hari Jum’at
Wafat : Jakarta, 1 Dzulhijjah 1421/Sabtu, 24 Pebruari 2001 dalam usia 72 tahun.
Pendidikan :
1. Sekolah Rakyat ( SR ).
2. Pesantren Tebu Ireng Jombang, (1948).
3. KMI Pondok Modern Darussalam Gontor, (1948 - 1952).
4. Universitas Darul Ulum Kairo, Program S 1 , (1956 - 1990).
5. Universitas Darul Ulum Kairo Mesir, Program Diploma, (1962-1964).
6. Universitas ‘Ain Syams, Program Diploma Tarbiyah, (1964-1969).
Karir :
1. Guru KMI Gontor, (1953-1956).
2. Lokal Staf KBRI Mesir, (1964-1991).
3. Dosen ISID / Guru KMI, (1991-2001).
4. Dekan Fakultas Tarbiyah ISID, (1996-1998).

Copyright by

Panitia Penerbitan Wardun

Pondok Modern Darussalam Gontor

Ponorogo Indonesia telp. (0352) 311711 -311911

email : darussalam@gontor.or.id

Make your own free website on Tripod.com