Gontor Cabang

Gontor II | Gontor III | Gontor Putri I | Gontor Putri II | Gontor V | Gontor VI

Gontor II :
Fungsi Ganda Gontor II

Suatu kesyukuran bagi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bahwa kepercayaan masyarakat kepada PMDG semakin meningkat. Hal tersebut terlihat dari meningkat-nya jumlah pendaftar di Gontor dari tahun ke tahun.

Pondok Modern Darussalam Gontor II (Gontor 2) adalah cabang Gontor yang terletak di desa Madusari kecamatan Siman kabupaten Ponorogo, mulai dibangun pada tgl. 15 Nopember 1995, pendaftaran perdana dibuka pada tgl 23 Mei 1996, diresmikan penggunaannya oleh Wakil Presiden R.I. Try Sutrisno pada tanggal 10 Nopember 1996.
Di usianya yang relatif muda, Gontor 2 yang memiliki area 10 hektar lebih ini mengalami perkembangan yang cukup pesat baik fisik maupun non fisik. Di antara perkembangan fisik Gontor 2 di usianya yang ke-6 tahun ini adalah selesainya pembangunan Masjid Jami’ yang megah dan dihiasi dengan taman yang indah dan kolam ikan.
Adapun perkembangan non fisik adalah semakin meningkatnya jumlah santri yang mendaftar setiap tahun ajaran baru, dan meningkatnya tingkat kesadaran santri akan disiplin yang diterapkan.

Pendidikan dan Pengajaran
Pondok Modern Gontor 2 dibawah pengasuh Ust. Saiful Anwar, S.Ag. menerapkan dua jenis sistem pendidikan dalam satu tahun ajaran, yaitu jenis pendidikan KMI dilaksanakan dari bulan Syawwal 1422 s.d. ujian pertengahan tahun pada bulan R.Awwal 1422, dan pendidikan calon pelajar dilaksanakan pada bulan R.Tsani s/d Rajab 1422 / Juli s/d Oktober 2001.
Selain kegiatan kurikuler, siswa KMI selama setengah tahun ajaran mengikuti kegiatan ekstra kurikuler seperti kepramukaan, Muhadharah, olah raga, dan lain-lain.

Keadaan Guru dan Siswa
Pada awal tahun ajaran 1422/2001 guru KMI Gontor 2 berjumlah 98 orang. Adapun jumlah siswa pada pertengahan tahun sebanyak 348 orang:
Sedangkan pada akhir tahun ajaran Guru KMI berjumlah 126 orang dan jumlah calon pelajar yang mendaftar pada bulan Juli 2001 sebanyak 2013 anak.
Ujian Pertengahan Tahun dan Perpindahan Siswa
Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam belajar, diadakanlah Ujian Pertengahan Tahun yang dilaksanakan pada Bulan Shafar 1422 diikuti oleh 348 siswa kelas I dan I Intensif dengan sistem dan materi ujian yang sama dengan sistem dan materi ujian di Gontor 1.
Dari 348 siswa peserta ujian pertengahan tahun ini mendapatkan prestasi yang bervariasi, 150 siswa yang nilai rata-ratanya 5,5 keatas dipindahkan ke Gontor I, sedangkan 198 siswa yang nilai rata-ratanya kurang dari 5,5 dipindahkan ke Gontor 3 Darul Ma’rifat Kediri.
Perpindahan siswa ke Gontor 1 dan Gontor 3 ini dilakukan karena kampus Gontor 2 pada pertengahan tahun kedua kedatangan 2000 calon pelajar lebih, sehingga kapasitas kampus tidak mencukupi.

Pendaftaran Calon Pelajar
Pada bulan Juli 2001, Gontor 2 mulai membuka pendaftaran calon pelajar untuk tujuan untuk dipersiapkan menghadapi ujian masuk KMI Gontor 1. Jumlah pendaftar pada tahun ajaran ini sebanyak 2013. Pendidikan dan pengajaran dimulai pada akhir bulan Juli 2001. Adapun materi ajarnya adalah: Al-Qur’an, Berhitung soal, Berhitung angka, Bahasa Indonesia dan Imla’.
Selama di Gontor 2, calon pelajar selain mendapat pelajaran di kelas juga mendapat pembinaan disiplin, mental, kepondok-modernan, dan kegiatan ekstra kurikuler seperti : kepramukaan, Muhadharah, kursus sore, dan lain-lain. Selain itu, calon pelajar juga mendapat pengawasan belajar yang efektif dari seluruh guru.

Ujian Perpindahan Kelas
Untuk menciptakan miliu belajar dan meningkatkan prestasi calon pelajar diadakan ujian perpindahan kelas. Ujian ini menggunakan soal-soal standar ujian masuk KMI Pondok Modern Darussalam Gontor, sehingga ujian ini merupakan sarana evaluasi belajar santri sebelum menghadapi ujian masuk.

Ujian Masuk KMI
Setelah ditempa selama lebih kurang 4 bulan, semua calon pelajar di Gontor 2 mengikuti ujian masuk KMI pada tgl. 3-6 Oktober 2001 meliputi ujian lisan dengan materi: al-Qur’an, tajwid, dan ibadah; dan ujian tulis dengan materi: Imla’, berhitung angka, berhitung soal, bahasa Indonesia, dan Imla’. Adapun hasil ujian Masuk KMI Pondok Modern Gontor tahun ini adalah sebagai berikut :
1. Lulus di Gontor 1 : 477 siswa
2. Lulus di Gontor 2 Madusari : 210 siswa
3. Lulus di Gontor 3 Darul Ma’rifat Kediri : 524 siswa
4. Lulus di Gontor 5 Darul Mut-taqin Banyuwangi : 149 siswa
5. Lulus di Gontor 6 Daarul Qiyam Magelang : 149 siswa
6. Tidak lulus : 487 siswa

Calon pelajar yang dinyatakan tidak lulus diberi kesempatan untuk mengikuti bimbingan belajar sampai tgl. 10 Ramadhan 1422 dan mengikuti ujian gelombang kedua pada tgl. 11 Syawwal 1422 di Gontor 1.

Peresmian Masjid Jami’ Gontor 2
Perasaan gembira keluarga besar PMDG, khususnya penghuni Gontor 2 tidak bisa disembunyikan, ketika masjid yang sudah cukup lama diidam-idamkan, pada tahun ini menjadi sebuah kenyataan, apalagi masjid ini merupakan masjid yang megah dan indah, karena dihiasi dengan taman dan 2 kolam.
Masjid yang berukuran 30.00 x 30.00 x 1 m2 = 900.00m2, yang pembangunannya menelan biaya 2,3 milyar lebih ini, diresmikan penggunaannya oleh wakil Presiden RI Dr. H. Hamzah Haz pada tgl 7 Oktober 2001, dihadiri oleh undangan dari berbagai lapisan masyarakat berjumlah 8.500 orang.

Gontor Putri I : Membentuk Pribadi Muslimah Solihah


Pesantren Putri Pondok Modern Darusssalam Gontor (Gontor Putri 1) yang kini berumur 11 tahun semakin mendapat pengakuan dan keperca-yaan ka-langan masyarakat luas. Hal ini terlihat dari semakin mening-katnya grafik jumlah calon pelajar di Pesantren Putri PMDG dari tahun ke tahun. Untuk itu, bulan Syawwal 1421, Pimpinan Pondok Modern mengantisipasi lebih dini lonjakan jumlah calon pelajar pada bulan Juli 2001 dengan memulai pembangunan kampus Gontor Putri II/Mantingan II yang terletak di sebelah barat Kampus Mantingan I sejak Maret 2001. Berikut adalah kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Pesantren Putri Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 2001.

Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah
Di usianya yang ke-11 tahun, KMI Pesantren Putri meningkatkan kegiatan pendidikan dan pengajaran. Lembaga yang dipimpin oleh KH. Sutadji Tadjuddin, M.A mengadakan berbagai macam kegiatan harian, mingguan, tengah tahunan dan tahunan.

Keadaan Guru dan Siswi
Pada awal tahun ajaran baru, guru KMI berjumlah 261 orang yang terdiri dari 18 guru pria dan 243 guru wanita. Pada akhir tahun jumlah tersebut berkurang menjadi 252 orang karena beberapa sebab di antaranya melanjutkan studi ke luar negeri dan sebab lain. Adapun jumlah siswi KMI pada awal tahun ajaran baru adalah 2.890 siswi. Namun ditengah perjalanan ada beberapa siswi yang pulang karena masalah keluarga, sakit, dan lain-lain, sehingga jumlah tersebut berkurang menjadi 2.754. Adapun rinciannya sebagai berikut :

Kelas I : 546 siswi
Kelas I Intensif : 512 siswi
Kelas II : 387 siswi
Kelas III : 256 siswi Kelas
III Intensif : 388
siswi Kelas IV : 162
siswi Kelas V : 319
siswi Kelas VI : 184 siswi
Jumlah : 2.754
siswi

Aktivitas KMI
Dalam upaya meningkatkan kualitas siswi, KMI Pesantren Putri PMDG melaksanakan kegiatan harian, seperti: kontrol disiplin masuk kelas, pengecekan persiapan mengajar guru, naqduttadris, kontrol asrama, belajar malam terpimpin, dan kegiatan keliling malam. Selain kegiatan harian KMI juga melaksanakan kegiatan mingguan, antara lain: pertemuan guru setiap hari Kamis yang bertujuan menyamakan persepsi guru terhadap langkah pondok yang disampaikan oleh Pengasuh dan evaluasi kegiatan belajar mengajar selama 1 minggu yang disampaikan oleh Direktur KMI. Adapun kegiatan tengah tahunan KMI, antara lain:

1. Ulangan umum
Ulangan umum perte-ngahan tahun pertama pada tgl. 30 Maret s.d. 2 April 2001 dan pertengahan tahun kedua pada tgl. 18 s.d. 21 Agustus 2001.

2. Ujian Pertengahan Tahun

Salah satu kewajiban suatu lembaga pendidikan adalah mengadakan evaluasi hasil belajar siswa. Maka KMI Putri PMDG juga mengadakan evaluasi hasil belajar pada pertengahan tahun pertama yang terdiri dari ujian syafahi yang dilaksanakan pada tgl. 13-23 Shafar 1422 dan ujian tahriri yang dilaksanakan pada tgl. 25 Shafar 1422 s.d. 6 R. Awwal 1422.

3. Ujian Akhir Tahun
Aktivitas siswi KMI kelas I-V di penghujung tahun ajaran adalah ujian akhir tahun yang terdiri dari ujian lisan dilaksanakan pada tgl. 9-20 Oktober 2001/21 Rajab s.d. tgl. 3 Sya'ban 1422, dan ujian tahriri dilaksanakan pada tgl. 22 Oktober s.d. tgl. 1 Nopember 2001/5-15 Sya'ban 1422, Pada tgl. 2 Nopember 2001 para siswi masuk kelas guna mendapatkan pengarahan tentang etiket dan membaca majalah Warta Dunia Pondok. Pada malam harinya para siswi kembali berkumpul dalam acara perpisahan dan jabat tangan sebelum mereka berlibur ke rumah masing-masing. Selain itu KMI Gontor Putri juga melaksanakan kegiatan tahunan seperti Fathul Kutub siswi kelas VI pada tgl. 19-25 Maret 2001 dan siswi kelas V pada tgl. 8-10 Agustus 2001. Dalam kegiatan ini masing-masing peserta membahas 4 permasalahan dalam fiqih, tafsir, maupun aqidah kemudian mempresentasikannya dalam diskusi kelompok yang dibimbing oleh seorang guru. Acara ini diakhiri dengan penulisan pesan dan kesan dari masing-masing peserta selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan Siswi Akhir KMI Tahun 1421

Penulisan Karya Ilmiah
Untuk meningkatkan kreatifitas dalam hal tulis menulis, siswi kelas VI diwajibkan membuat karya ilmiah berbahasa Arab atau Inggris yang berkenaan dengan masalah-masalah aktual yang berkembang di masyarakat.

Khutbatul Wada'
Setiap siswi KMI kelas VI diwajibkan menulis khutbah berbahasa Arab mencakup perjalanan hidup selama belajar di Pesantren Putri Pondok Modern, kesan pesan dan ucapan terima kasih kepada Bapak Pimpinan Pondok, pengasuh, dan guru. Acara ini berlangsung pada tgl. 10 Ramadhan 1421.

Haflatul Ikhtitam dan Yudisium Siswa Akhir
Acara haflatul ikhtitam siswi kelas VI KMI dilaksanakan pada tgl. 10 Ramadhan 1421 malam, dihadiri oleh Bapak-Bapak Pimpinan Pondok Modern, Ketua-ketua lembaga, Direktur KMI, Bapak Pengasuh, dan guru senior, dilanjutkan keesokan harinya dengan yudisium kelulusan siswi kelas VI. Dari 212 alumni, sebanyak 107 orang mengabdi di Pesantren Putri Gontor, 7 orang di Pondok Pesantren Alumni, dan 98 alumni mengabdi di masyarakat.

Kegiatan Siswi Akhir KMI Tahun 1422

EBTA Gelombang I
Karena banyaknya materi pelajaran yang harus diujikan bagi siswi dan untuk mengisi waktu liburan pertengahan tahun, diadakan Evaluasi Belajar Tahap Akhir Gelombang I. Adapun materi yang diujikan adalah materi-materi yang sudah tidak dipelajari di kelas VI, seperti : Biologi, Faroid, Tarikh Islam, Tarikh Hadhoroh, dll. Karantina Kelas VI Untuk. menciptakan miliu belajar, meningkatkan konsentrasi belajar siswi kelas VI dalam menghadapi Evaluasi Belajar Tahap Akhir, dan memudahkan pembimbing dalam mengadakan pengontrolan belajar dan disiplin maka diadakan kegiatan karantina siswi kelas VI di Gedung Kuwait. Di samping itu dengan diadakan karantina ini diharapkan siswi kelas enam lebih memupuk rasa kebersamaan antar mereka.

Amaliyah Tadris
Kulliyatul Mu'allimin al-Islamiyah adalah suatu lembaga yang bertujuan untuk mencetak guru yang berkualitas. Untuk mencapai tujuan tersebut maka diadakan kegiatan amaliah tadris bagi siswi kelas VI agar mengetahui metode mengajar dan cara penyampaian materi dengan baik. Ujian ini diadakan pada tgl. 23 Agustus 2001 s/d 5 September 2001 dengan bimbingan Direktur KMI dan dibantu oleh guru-guru senior. Acara ini diawali dengan pengarahan Bapak Direktur KMI dan diakhiri dengan penulisan kesan dan pesan selama kegiatan berlangsung.

EBTA Gelombang II
Setelah mengikuti EBTA gelombang I, maka siswi kelas VI mengikuti EBTA gelombang II yang terdiri dari ujian lisan yang dilaksanakan selama 9 hari pada tgl. 9-18 September 2001, dan ujian tulis yang dilaksanakan selama 15 hari mulai tgl. 22 September 2001 sampai tgl. 7 Oktober 2001.


PENGASUHAN SANTRIWATI
Pengasuhan santriwati adalah lembaga yang bertanggung jawab atas pembentukan mental dan kepribadian santriwati demi terbentuknya wanita sholehah yang mampu berperan di segala bidang. Tugas utama dari lembaga ini adalah mengkoordinasi dinamika kegiatan non akademis dengan mengontrol seluruh kegiatan santriwati, bekerja sama dengan para musyrifah di masing-masing sektor. Selain itu pengasuhan santriwati juga mengevaluasi pelaksanaan program kegiatan, memberikan bimbingan kepengasuhan, serta menjaga stabilitas disiplin dan sunnah Pondok Modern.
Lembaga yang dipimpin oleh Dr. K.H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A dengan dibantu oleh 11 ustadzah sebagai stafnya telah merealisasikan program-program kegiatan antara lain;

Training Keorganisasian dan Manajemen
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari proses pendidikan berupa pembekalan santriwati dalam berorganisasi agar memiliki kemampuan manajerial dan keterampilan kerja yang memadai. Kegiatan ini dilaksanakan pada tgl. 6 April 2001 bekerjasama dengan PLMPM.

Ujian Imamah
Ujian untuk imamah bagi santriwati merupakan salah satu cara pembinaan pembenahan peribadatan santriwati. Siswi kelas lima KMI setiap tahun diuji praktek menjadi imam jamaah sholat, bagi mereka yang lulus akan diberi kesempatan untuk menjadi imam jama'ah di masjid jami' kampus.

Penataran Guru TPA/TKA
Salah satu kegiatan tahunan di Pesantren Putri Pondok Modern Darussalam Gontor adalah penataran guru Taman Pendidikan al-Qur'an dan Taman Kanak-Kanak al-Qur'an. Dengan tujuan mencetak tenaga pendidik al-Qur'an yang handal sesuai dengan teori pengajaran al-Qur'an, sekaligus wahana pembekalan santriwati agar memiliki tanggung jawab atas kemajuan generasi muda Islam. Penataran ini diikuti 318 siswi kelas Lima pada tgl. 27-28 Agustus 2001. Acara ini terlaksana dengan baik dan lancar berkat kerja sama yang sinergis dengan Balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarrus AMM Yoyakarta yang bertindak sebagai pemandu materi. Adapun materi penataran meliputi penjelasan mengenai metode Iqra', manajemen pengelolaan dan metode mengajar TPA/TKA dengan BCM (bermain, cerita, menyanyi).

OPPM

Kursus dan Lomba Mengetik
Bagian Sekretaris OPPM Pesantren Putri PMDG mengadakan kursus mengetik untuk siswi kelas 1-6. Kegiatan ini sangat menunjang kelancaran kepengurusan santriwati dalam organisasi konsulat, klub-klub, rayon, dan bagian-bagian OPPM. Selain itu Bagian Sektetaris juga mengadakan lomba mengetik cepat yang dilaksanakan pada tgl. 19 Agustus 2001. Bagi peserta kursus yang telah lulus ujian dengan baik akan diberi kesempatan untuk mengikuti kursus komputer. Selain itu, Bagian Sekretaris OPPM juga mengadakan training kesekretariatan. Training yang diadakan pada tgl. 30 Maret 2001 ini diikuti oleh sekretaris bagian-bagian OPPM, Konsulat, Rayon, klub-klub bahasa dan lain-lain.

Cerdas Cermat Kepondok- modernan
Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) Pesantren Putri PMDG mengadakan lomba cerdas cermat kepondok modernan pada tgl. 2 Maret 2001 ini dengan tujuan memberikan wawasan dan pemahaman tentang kepondok modernan.

MTQ, MHQ, dan Lomba Takbir
Untuk menumbuhkan dan mengembangkan bakat tilawah al-Qur'an santriwati, Bagian Pengajaran OPPM mengadakan Lomba Musabaqoh Tilawatil Qur'an pada hari Sabtu, 20 Januari 2001 dan Musabaqah Hifdzil Qur'an pada tgl. 24 Januari 2001. Selain itu, Bagian Pengajaran OPPM juga mengadakan lomba takbir antar rayon se-Darussalam yang diadakan pada tgl. 3 Maret 2001.

Lomba Pidato 3 Bahasa Se-Darussalam
Latihan Muhadhoroh atau berpidato merupakan salah satu kegiatan non akademis di Pesantren Putri PMDG yang bertujuan melatih mental dan kecakapan dalam berpidato. Untuk itu aktivitas mingguan ini ditindaklanjuti dengan mengadakan lomba pidato tiga bahasa se-Darussalam yang diadakan pada hari Kamis, 25 Januari 2001.

PORSENI
Olah raga merupakan wahana refreshing dan penyaluran bakat santriwati. Bagian Olah Raga (Bagor) OPPM mengadakan pertandingan Bola Basket antara siswi Kelas IV dan III Intensif pada tgl. 11 April 2001. Pada tgl. 21 Januari 2001 Bagor membuka Porseni se-Darussalam.

Gerakan Bahasa
Central Language Improvement (CLI) sebagai penegak disiplin dan penggerak bahasa di Pondok, bertanggung jawab atas peningkatan kualitas santriwati dalam masalah bahasa. Untuk itu, CLI memberikan motivasi dan mengoptimalkan kemampuan berbahasa di kalangan santriwati. Selain itu CLI juga mengadakan beberapa kegiatan seperti pengajaan kosakata bahasa Inggris dan Arab, Tasji'ul Lughoh setiap hari Jum'at, pengelolaan kursus Bahasa PEAC (Progress English and Arabic Course), pengoptimalan pemakaian Laboratorium Bahasa, pengadaan lomba drama dalam bahasa Inggris dan Arab, pengadaan lomba membaca koran berbahasa Inggris dan Arab, dan lain-lain.

Aneka Lomba Pustaka
Peningkatan keilmuan santriwati tidak bisa terwujud tanpa dibarengi dengan peningkatan minat baca santriwati. Untuk itu, Bagian Perpustakan OPPM mengadakan kursus Bina Pustaka dengan materi: pengantar ilmu perpustakaan, pengelolaan perpustakaan, inventarisasi, klasifikasi dan katalogisasi. Selain itu, Bagian Perpustakaan juga mengadakan beberapa lomba pustaka di antaranya adalah "Expo buku cakrawala dunia" pada tgl. 26 Januari 2001, Perpustakaan Keliling pada tgl. 23 Maret 2001, lomba resensi dan menyampul buku pada bulan April 2001, perlombaan fathul kutub pada tgl. 11 April 2001, Bina Pustaka pada tgl. 17 April 2001, dan studi banding ke Perpustakaan UII dan Perpustakaan Ignatius Yogyakarta.

Lomba Kesenian dan Keputrian
Keberadaan bagian kesenian di OPPM adalah sebagai wahana penyaluran bakat seni santriwati. Pada tahun ini bagian kesenian mengadakan berbagai macam lomba, di antaranya: lomba "fingger fitting" antar rayon kibar pada tgl. 7 Januari 2001, lomba melukis pada tgl. 25 Januari 2001, lomba qosidah antar rayon pada tgl. 26 Januari 2001, pelangi antar nusa pada tgl. 4 Februari 2001, dan lomba menghias kulit telur dan batok.
Selain itu, bagian keputrian juga mengadakan beberapa lomba, di antaranya adalah lomba wedding room antar rayon pada tgl. 2 Februari 2001, lomba merangkai bunga pada tgl. 8 Februari 2001, lomba menjahit pada tgl. 11 Februari 2001, lomba mendesain busana muslimah pada tgl. 2 April 2001, lomba tata rias pada tgl. 3 April 2001, show bagian keputrian pada tgl. 5 April 2001, lomba majalah dinding keputrian antar rayon pada tgl. 3 Maret 2001, dan lomba memasak antar konsulat pada tgl. 6 Juli 2001.

PRAMUKA PESANTREN PUTRI
Selain Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM), Pesantren Putri Gontor juga mendidik santriwati berorganisasi melalui kepramukaan dengan tujuan menciptakan pemimpin dan generasi muslim beriman, bertaqwa, dan berkualitas.
Kegiatan latihan kepramukaan di Gontor Putri dilaksanakan setiap hari Kamis Sore, diikuti oleh seluruh santriwati di bawah bimbingan pembina dan wakil pembina. Selain rutinitas mingguan tersebut, Koordinator Gerakan Pramuka di Pesantren Putri juga mengadakan beberapa kegiatan ranting antara lain :

Membentuk Gudep Baru

Semakin banyaknya jumlah santriwati, maka 9 Gudep yang ada di Gontor Putri dirasa masih belum mencukupi. Oleh sebab itu
pada tgl. 15 Agus-tus 2001 Gontor Putri menambah 2 Gudep lagi yaitu Gudep 1772 dan 1774. Dengan 11 Gugus Depan ini diharapkan dapat mengoptimalkan kegiatan kepramukaan di Pesantren Putri.

Pelantikan Pengurus Baru
Pada tgl. 5 Agustus 2001, Koordinator Gerakan Pramuka Pesantren Putri PMDG melaksanakan pergantian pengurus baru periode 2001-2002 yang terdiri dari 7 andalan dan 9 Pembina Gudep (Bindep). Usai pembacaan laporan pertanggungjawaban dilanjutkan dengan serah terima jabatan dan pelantikan oleh Dr. K.H. A. Hidayatullah Zarkasyi selaku Pengasuh dan KH. Sutadji Tadjuddin, M.A selaku Direktur KMI.

Adakan KMD dan MPP
Untuk membekali calon pembina di masing-masing Gudep agar mampu membina dengan baik, diadakanlah Kursus Mahir Dasar (KMD). KMD ini dilaksanakan selama 7 hari di Bumi Perkemahan Pesantren Putri, diikuti oleh 332 siswi kelas lima. Untuk menindaklanjuti kegiatan KMD, diadakan program Masa Pengembangan dan Pemantapan (MPP) selama 6 bulan sebagai syarat dalam mengikuti Kursus Mahir Lanjutan (KML).

Adakan KML
Sebagaimana yang telah dicanangkan dalam program tahunan Gerakan Pramuka di Pesantren Putri, pada tgl. 23-30 Juni 2001 diadakan Kursus Mahir Lanjutan (KML). Kursus ini diikuti oleh 96 peserta yang terbagi dalam 2 unit, yaitu unit penggalang dan unit penegak.

Orientasi Saka Bhakti Husada dan Saka Kencana
Pada tgl. 1-5 April 2001 diadakan Orientasi Saka Bhakti Husada untuk memberi wawasan tentang kesehatan, agar pramuka juga mempunyai tanggung jawab atas diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Sebagai tindak lanjut dari orientasi ini diadakan Posyandu pada hari Jum'at pada minggu kedua setiap bulan. Selain itu, juga dilaksanakan Pelatihan Saka Kencana pada tgl. 8-11 Juli 2001, diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari siswi kelas I intensif, III, III intensif dan Kelas IV. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan pembentukan keluarga yang berkualitas dan penyuluhan KB kepada masyarakat.

Mengikuti LP3 IX Regional se-Jawa Timur
Gugus Depan Pesantren Putri PMDG mendapat kesempatan untuk mengikuti Lomba Perkemahan Pramuka Penggalang (LP3 IX) Regional Jawa Timur tahun 2001 di Malang. Kali ini, Regu Edelweis kontingen Pesanten Putri PMDG menjadi regu dan juara favorit se-Jawa Timur menyisihkan peserta dari sekolah-sekolah lanjutan dan pondok-pondok pesantren. Lomba yang diadakan pada tgl. 8-13 Maret 2001 ini di bawah koordinasi Universitas Negeri Malang.

Perkemahan Penggalang dan Penegak
Untuk memperkenalkan kepramukaan kepada calon pelajar di Pesantren Putri Pondok Modern diadakan Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak pada awal tahun ajaran baru. Kegiatan ini dilaksanakan pada tgl. 31 Januari - 2 Pebruari 2001.

Mengikuti JAMNAS 2001 di Baturaden
Pramuka Penggalang Pesantren Putri PMDG mendapat kesempatan untuk mengikuti Jambore Nasional yang diadakan di Taman Wisata Baturaden Kabupaten Banyumas pada tgl. 3-12 Juni 2001. Pada acara tersebut Gerakan Pramuka Pesantren Putri PMDG mengirimkan satu kontingen Penggalang yang didampingi oleh 3 pembina.

ANEKA RAGAM

Mereka Yang Datang
Pesantren Putri PMDG setiap harinya terus dikunjungi tamu baik perorangan maupun rombongan. Tamu perseorangan pada tahun ini mencapai 23.821 orang. Adapun tamu rombongan yang berkunjung di Pesantren Putri antara lain :
1. Pondok Pesantren at-Taqwa, Tasikmalaya
2. Rombongan kru RCTI
3. Pondok Pesantren al-Ikhlas, Sumbawa
4. MTs Sedayu
5. Rombongan Menteri Agama RI, Jakarta
6. Ibu-ibu pengajian Yogyakarta
7. Yayasan Khodijah, Surabaya
8. Pengurus Haji, Bantul
9. MI Ma'arif, Gresik
10. Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta
11. Pondok Pesantren Madinah, Makasar
12. Pondok Pesantren Miftahul Huda
13. SLTP Krian, Sidoarjo
14. Pondok Pesantren La-Tansa, Banten
15. Pondok Denanyar, Jombang
16. Madrasah Diniyah, Ponorogo
17. Rombongan Ibu Iga Wiranto
18. SLTP 2 Ngawi
19. SLTA 2 Ngawi.

WARTEL Tambah 5 KBU
Wartel di Pesantren Putri Gontor kini mempunyai 15 KBU (Kamar Bicara Umum), 10 KBU di dalam lingkungan kampus untuk santriwati dan 5 KBU di samping Depot La-Tansa Putri untuk tamu dan umum. Wartel ini dikelola 6 orang guru.

BKSM Gontor Putri
Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM) merupakan bagian yang bertugas menangani bidang kesehatan di Pesantren Putri PMDG. Fasilitas yang dimiliki antara lain : 9 ruang kamar pasien dan 1 ruang obat. Dengan 3 orang perawat dan 1 orang dokter, BKSM dalam kesehariannya bertugas mengontrol kesehatan di rayon-rayon dan mengadakan pengobatan serta pencegahan penyakit di kalangan santriwati. BKSM menyelenggarakan ASKES berupa obat dan perawatan dengan biaya rendah bahkan cuma-cuma bagi pasien yang kurang mampu. Dalam hal ini BKSM bekerjasama dengan LKMI (Lembaga Kedokteran Mahasiswi Islam) Surakarta, Dinas Kesehatan Dati II Ngawi, RSU dan RSI Sragen, RSU Drs. Moewardi dan PKU Muhammadiyah Surakarta. Saat ini BKSM dikelola oleh 7 orang guru.

Wisma Darussalam dan Perumahan Guru Gontor Putri
Meningkatnya jumlah tamu yang berkunjung di Pesantren Putri mendorong PMDG untuk membangun Wisma Darussalam sebagai tempat istirahat dan menghindari tamu yang bermalam di luar kampus. Wisma Darussalam Pesantren Putri PMDG pembangunannya dimulai pada tgl. 28 April 2001, dan hingga bulan September 2001 telah menelan biaya sebesar Rp. 187.458.830,00. Selain itu, PMDG membangun perumahan guru yang dimulai pembangunannya pada tgl. 28 Maret 2001 menelan biaya sebesar 104. 174.677,00.
Untuk menunjang kebutuhan santriwati, Bagian Pembangunan melakukan tambal sulam dan perbaikan sarana dan prasarana santriwati meliputi masjid, asrama, kelas, dapur, WC dan kamar mandi, dan lain-lain. Tahun ini tambal sulam menelan biaya sebesar Rp. 540.107.550,00.

Depot La-Tansa Putri
Untuk meningkatkan sarana dan fasilitas santri dan tamu, Gontor Putri membuka Depot La-Tansa Putri (DLP), salah satu unit usaha untuk menghimpun dana dari dalam. Meningkatnya jumlah tamu di Gontor Putri, selain membangun Wisma Darussalam juga memperluas DLP menjadi 17 x 12 m, dengan biaya Rp. 19.000.000, dan menambah fasilitas seperti : komputer, kursi, meja makan, freezer, etalase menu, rice cooker, dll.

GONTOR PUTRI II : Tampil Dengan Kampusnya yang Luas

Tahun ini Gontor Putri 2 di usianya yang ke-4 tahun merealisasikan pembangunan kampus baru yang dikhususkan untuk calon pelajar.
Sebelum dibangun kampus Gontor Putri 2 ini, calon pelajar bertempat di kampus Gon-tor Putri 1, sehingga keberadaan mereka mengganggu disiplin santriwati lama.

Selain untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana calon santriwati yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun, pembangunan kampus Gontor Putri 2 juga bertujuan untuk mencetak input KMI yang lebih berkualitas.

Pembangunan Sarana Fisik
Pembangunan kampus seluas 10 hektar ini dimulai pada tgl. 5 Muharram 1422/1 April 2001 berlokasi di sebelah barat kampus Gontor Putri 1, dikerjakan sepenuhnya oleh Pelaksana Pembangunan dan Pemeliharaan Pergedungan/Peralatan Pondok Modern Darussalam Gontor dengan melibatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Adapun sarana dan prasarana yang telah selesai dibangun adalah sebagai berikut :

  1. 1. 1 unit perumahan pengasuh dan pimpinan seluas 420 m2.
  2. 2. 1 unit gedung penerimaan tamu seluas 399 m2.
  3. 3. 1 unit koperasi dan kantin pelajar seluas 392 m2.
  4. 4. 5 unit asrama dan kelas (50 lokal) dengan rincian :
    luas 8 m x 10 m x 10 ruang x 5 unit = 4.000 m2.
  5. 5. 1 unit perumahan guru seluas 420 m2.
  6. 3 unit kamar mandi dan WC dengan rincian :
    Jumlah kamar mandi : 42 lokal x 3 unit = 126 lokal
    Jumlah Wc : 24 lokal x 3 unit = 72 lokal
  7. 1 unit dapur santriwati (konstruksi baja) seluas 900 m2.
  8. Pagar tembok keliling 658 m x 2 m.
  9. Gardu listrik berkekuatan 66.000 watt lengkap dengan instalasi.
  10. Sumur pompa berkekuatan 10 HP.
  11. Saluran air, jalan masuk, dan pintu gerbang pondok.
Hingga sekarang pembangunan kampus Gontor Putri 2 menelan biaya sebesar Rp. 2.694.520.524,00.

Pendaftaran Calon Pelajar
Pendaftaran calon pelajar dilaksanakan pada tgl. 1-31 juli 2001. Pada tahun ini, jumlah pedaftar di Gontor Putri 2 sebanyak 1.147 anak, yang terdiri dari tamatan SMP/MTs, serta SD/MI, dan pindahan dari pondok pesantren.

Keadaan Guru dan calon pelajar
Guru di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri II berjumlah 65 guru, dan calon pelajar berjumlah 1.147 anak. Adapun klasifikasinya adalah sebagai berikut :
Selain mengajar, aktif mengikuti perkuliahan, guru mempunyai tugas lain yang cukup berat seperti pengurus Kopda, kantin, Kopel dan sektor lain, pembimbing kamar, dsb.

Pendidikan dan Pengajaran
Gontor Putri 2 melaksanakan pendidikan dan pengajaran baik intra kurikuler maupun ekstra kurikuler. Materi pelajaran bagi calon pelajar meliputi : Baca Qur'an beserta tajwidnya, Imla' (dikte Arab), berhitung angka dan soal, Bahasa Indonesia, fiqih, serta beberapa materi Dirosah Islamiyah seperti yang diajarkan pada siswa tingkat pertama di Gontor Putri I. Adapun kegiatan ekstra kurikulernya meliputi : kepramukaan, latihan pidato, olah raga, dan lain-lain.

Adapun penerapan disiplin santriwati yang mencakup seluruh rutinitas kegiatan dan kehidupan mendapat bimbingan dan pengawasan dari Ust. H. Muhammad Hudaya, M.Ag. wakil Pengasuh Santriwati PM. Gontor dan Ust. Husni Kamil Jaelani, S.Ag.

Untuk memudahkan dalam pengelolaan, calon pelajar dibagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu:

  1. Khusus Pondok Alumni (KPA) untuk calon santriwati yang pernah belajar di Pondok Pesantren Alumni. Tingkatan ini diberi materi pelajaran kelas I KMI.
  2. Untuk Tamatan SMP/MTs dan SMU/MA dibagi menjadi :
    Kelas A, untuk siswi tamatan SMP/MTs dan SMU/MA yang sudah mampu membaca al-Qur'an, tajwid, imla', dengan baik sekali.
    Kelas C, untuk siswi tamatan SMP/MTs dan SMU/MA yang mampu membaca al-Qur'an dengan baik.
    Kelas E, untuk siswi tamatan SMP/MTs dan SMU/MA yang belum mampu membaca al-Qur'an, dengan baik.
    Kelas G, siswi tamatan SMP/MTs dan SMU/MA yang belum mampu membaca al-Qur'an sama sekali.
  3. Untuk tamatan SD/MI dibagi menjadi :
    Kelas B, untuk tamatan SD/MI yang sudah mampu membaca al-Qur'an dengan baik sekali.
    Kelas D, untuk tamatan SD/MI yang mampu membaca al-Qur'an dengan baik.
    Kelas F, untuk tamatan SD/MI yang belum mampu membaca al-Qur'an dengan baik.
    Kelas H, untuk tamatan SD/MI yang belum mampu membaca al-Qur'an.

Ujian Masuk KMI
Setelah mendapatkan bimbingan selama kurang lebih 4 bulan, calon pelajar yang berjumlah 1.247 mengikuti ujian masuk KMI diadakan pada tgl. 3 Oktober 2001. Dari 1.147 calon pelajar, 914 calon pelajar dinyatakan lulus (485 lulus di Gontor Putri 1 dan 429 lulus di Gontor Putri II), dan 233 tidak lulus. Bagi calon pelajar yang belum lulus diwajibkan mengikuti bimbingan belajar sampai tanggal 10 Ramadhan 1422 di Gontor Putri 2 dan diberi kesempatan mengikuti ujian masuk gelombang II pada tanggal 21 Syawwal.

GONTOR III : Geliat Darul Ma'rifat Menjelang Sewindu diwakafkan

Pondok Modern Gontor 3 Darul Ma’rifat yang telah diwakafkan oleh pendirinya Bapak KH. Drs. Kafrawi Ridwan M.A. beserta keluarga besar Ridwan Fatimah ke Pondok Modern Gontor Ponorogo sejak tgl. 11 De-sember 1994 lalu, hingga saat ini terus bergeliat memacu perkem-bangannya untuk menyesuaikan diri dengan dinamika perkembangan dan kemajuan induknya Pondok Modern Gontor Ponorogo.

Dalam bidang pendidikan dan pengajaran, prioritas utamanya adalah menerapkan seoptimal mungkin seluruh program yang sudah tertata mapan di Pondok Modern Gontor. Tentunya ada beberapa terobosan kreatif yang disesuaikan dengan tuntutan keadaan, seperti ide menjadikan kamar sebagai kelas kecil

sekaligus penunjukan wali kamar yang bertanggung jawab dalam pembinaan disiplin, ubudiah, bahasa, serta hafalan do’a dan juz ‘Amma. Juga menjadikan masjid sebagai kelas besar dengan program kurikulum kepondok modernan, aqidah, akhlaq, dan wawasan tentang dunia Islam kontemporer.
Hingga saat ini luas kampus Darul Ma’rifat telah berkembang menjadi 11,5 hektar, dari 6 hektar sewaktu diwakafkan. Perkembangan tersebut, selain dari hasil pembelian juga dengan adanya tambahan wakaf dari keluarga pendiri dan wakif pondok yang pada tgl. 14 Oktober 2001 secara resmi menyerahkan tambahan wakaf tersebut seluas 4,5 hektar dari Bapak. Moh. Dimyati Ridwan Eng. Dan Bapak dr. Moh. Sjoekri Ridwan Sp ( A ) dan dilanjutkan dengan acara pengumuman ikrar wakaf di kampus Darul Ma’rifat pada tgl. 15 Oktober 2001.
Dalam bidang sarana dan prasarana, Pondok terus berusaha melengkapi kebutuhan sarana penunjang pendidikan dengan membangun gedung-gedung, tambal sulam, memperbanyak tempat cuci, tempat wudhu, jemuran, memperbaiki instalasi listrik, instalasi air, menambah sarana transportasi, komunikasi, dan lain-lain, sehingga suasananya lebih kondusif. Dan yang dirasakan sangat bermanfaat adalah penemuan sistim penyulingan air minum dengan tabung yang diisi active karbon. Setelah terbukti bahwa hasilnya baik secara kualitatif maupun kuantitatif maka sistim ini dikembangkan di Pondok Modern Gontor Ponorogo, Gontor Dua, dan Pondok Putri Mantingan.
Dalam bidang penggalian sumber dana dan ekonomi produktif, selain menggali potensi dari dalam Pondok sendiri, tahun ini Darul Ma’rifat membuka toko palen, dan toko besi pensuplai kebutuhan Pondok dan masyarakat.
Selanjutnya dalam rangka meningkatkan peranan pondok dalam pembinaan masyarakat, Darul Ma’rifat juga mendirikan pusat da’wah masyarakat dengan aktifitas pendidikan al-Qur’an bagi anak-anak, pengajian remaja dan orang dewasa, pembinaan paguyuban pengemudi becak, dan kelompok bimbingan sholat.
Berikut ini adalah uraian kegiatan utama Pondok Modern Gontor Tiga Darul Ma’rifat yang saat ini diasuh oleh Ust. H. Ahmad Suharto,S.Ag.

Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah
KMI merupakan lembaga yang mempunyai tugas melaksanakan program belajar mengajar formal di Darul Ma’rifat. Di bawah kepemimpinan Ust. H. Abdurrahim Sholeh sebagai direktur, KMI terus berusaha meningkatkan kualitas pengajaran, sarana, maupun manajemen administrasinya, dengan didukung seluruh jajaran guru KMI.
Di antara aktifitas KMI untuk meningkatkan kualitas adalah: gerakan tabkir ( masuk kelas tepat wakku ), pengontrolan kelengkapan buku pelajaran santri sejak awal tahun ajaran, gerakan belajar terpimpin pada malam hari, gerakan keliling malam, peningkatan kebersihan kelas, menyelenggarakan usbu’ul muroja’ah ( pekan ulangan umum ) untuk 14 materi pokok, dan pemberian raport hasil ulangan umum.
Di samping itu, juga diadakan beberapa gerakan untuk meningkatkan mutu pengajaran, seperti : Pemeriksaan persiapan mengajar, pemeriksaan batas-batas pelajaran, piket keliling ke kelas, naqduttadris ( evaluasi pengajaran ), sorogan, dan bimbingan penguasaan rnateri, perkumpulan guru vak untuk pendalaman materi, dan perkumpulan wali kelas guna mengetahui keadaan dan perkembangan anak didik.
Untuk mengevaluasi jalannya proses belajar mengajar selama satu minggu, diadakan perkumpulan guru tiap hari Kamis. Kesempatan ini juga dipergunakan untuk menyampaikan pengarahan umum dan informasi tentang perkembangan berbagai hal yang aktual baik di dalam maupun di luar pondok.
Pada tahum ajaran ini, KMI juga melengkapi alat-alat kantor ( 5 set meja guru), alat-alat peraga pelajaran MAFIKIB dan geografi yang menghabiskan dana 6 juta rupiah, buku-buku referensi, ensiklopedi, dan buku perpustakaan seharga 12 juta rupiah, dan peralatan sekolah, seperti: papan tulis, meja guru, dan meja bangku siswa.

Keadaan Guru dan Siswa
Setiap tahun jumlah siswa KMI Darul Ma’rifat rata-rata meningkat 200 orang. Hingga akhir tahun ajaran 1421/1422 (setelah rnengalami penambahan dan pengurangan), jumlah siswa KMI Darul Ma’rifat mencapai 1.140, dengan perincian:

Kelas I : 511 siswa
Kelas I Int : 311 siswa
Kelas II : 84 siswa
Kelas III : 33 siswa
Kelas III Int : 40 siswa
Kelas IV : 12 siswa
Kelas V : 86 siswa
Kelas VI : 63 siswa

Sedang guru KMI PM. Darul Ma’rifat berjumlah 73 orang, yang terdiri dari 10 orang guru senior, dan 63 orang guru yunior. Selain mengajar, mereka juga terlibat dalam kepengurusan di unit-unit usaha ekonomi produktif dan pos-pos pondok laimya. Sejak dua tahun lalu sebagian besar guru yunior mengikuti perkuliahan program S 1 di Fakultas Ushuluddin ISID.

PENGASUHAN SANTRI
Untuk membangun kepribadian santri yang utuh dalam seluruh aspeknya seperti aspek aqidah, ibadah, akhlaq, pemikiran, sosial, kesehatan, kesenian, olahraga, kecakapan dan keterampilan maka di luar kegiatan formal pengajaran di kelas, santri mendapat pembinaan melalui aktifitas pengasuhan di luar kelas, di bawah bimbingan guru.
Pembinaan disiplin santri dilaksanakan melalui berbagai hal seperti pengabsenan santri di kamar-kamar, pengabsenan siswa kelas V dan VI setiap shalat jama’ah, pengarahan disiplin di Masjid Jami’, dan pembentukan dewan bimbingan dan konsultasi santri yang mempunyai masalah disiplin di Pondok.
Pembinaan dan ishlah (perbaikan) bagi santri yang melanggar disiplin dilakukan dengan jalan persuasive, mencatat semua pelanggaran, memanggil dan menasehati, dan mendatangkan orang tua/wali bila diperlukan untuk bersama-sama memberikan pembinaan dan perhatian. Sedang pemberian sangsi fisik dihindari semaksimal mungkin.
Pembinaan aspek ruhiyah ( Akhlaq, Ubudiyah, dan Aqidah ) diadakan melalui tau’iyah diniyah (pengajian) yang diadakan di kamar-kamar santri oleh guru, di masjid jami’ dua minggu sekali oleh guru senior, dan hadistu-l-ruh setiap selesai sholat Jum’at oleh Pengasuh Pondok.
Sementara itu, untuk efektifitas pembinaan santri di asrama, pengasuh pondok mengangkat guru sebagai wali kamar di bawah koordinasi musyrif mantiqoh (pembimbing asrama). Tugas utama para wali kamar adalah membina ibadah sehari-hari, hafalan juz ‘amma, disiplin dan bahasa santri.
Dalam bidang keorgani-sasian, santri mendapatkan kesempatan untuk mengasah kecakapan leadership mereka melalui berbagai kepanitian, kepengurusan, asrama, konsulat, maupun Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dalam bidang : olah raga, kesenian, ketrampilan, koperasi pelajar, kantin dan koperasi dapur, kebersihan lingkungan, kesehatan santri, keamanan, pengajaran ekstra kurikuler melalui pelajaran sore, latihan berpidato, penerangan dan informasi, serta pemakmuran masjid. Kepengurusan organisasi pelajar ini ditangani oleh siswa kelas lima dan enam sebagai santri senior.

Mengirim Kontingen ke Jamnas 2001
Dalam kegiatan ke-pramukaan santri aktif dalam latihan mingguan setiap hari Kamis dari mulai pukul 14.00-16.00 WIB, yang dibina oleh siswa kelas lima, di bawah Pembina Gudep.
Kegiatan kepanduan Gontor 3 tidak terfokus pada kegiatan di dalam pondok saja, tetapi juga aktif mengikuti kegiatan di luar kampus seperti: JAMNAS di Baturaden Banyumas Jawa Tengah, Pesta Penggalang di Gringging Kediri, Perkemahan Pinsa dan Pinru di Pacet Mojokerto, dan berbagai lomba kepramukaan lainnya. Adapun kegiatan umum tahunan untuk seluruh santri pada tahun ini diadakan di darerah Plosoklaten Pare selama tiga hari, cross country pada hari-hari besar Islam juga diadakan.
Peningkatan kegiatan kepaduan ini diarahkan pada pengayaan materi kepramukaan, yang meliputi jurnalistik, kebaharian, kedirgantaraan, kecakapan dan keterampilan, teknologi informasi dan telekomunikasi dan kesehatan. Dengan demikian diharapkan kegiatan kepramukaan akan menjadi lebih fariatif dan menarik.

Perluasan Tanah Wakaf dan Pembangunan
Menjelang umur satu windu sejak diwakafkan, Gontor Tiga Darul Ma’rifat terus mengembangkan diri, baik dalam program pendidikan, pem-bangunan fisik maupun dalam perluasan tanah wakaf.
Pada saat diwakafkan pada tahun 1994, luas kampus mencapai 6 hektar. Untuk memperluas kampus, dilakukanlah pembelian secara bertahap.
Pada tgl. 14 Oktober 2001/ 26 Rajab 1422 Pondok Modern Gontor 3 menerima wakaf dari Bapak Drs. Moh. Dimyati Eng seluas 23.860 m2 dan dari Bapak dr. Moh. Sjoekri Ridwan Sp(A) seluas 21.490 m2. Pada tgl. 15 Oktober 2001 langsung diadakan acara inspeksi ke lokasi dan pengumuman ikrar wakaf di kampus Pondok Darul Ma’rifat yang dihadiri oleh 200 undangan dari masyarakat dan seluruh guru dan santri pondok. Dengan demikian luas tanah pondok hingga saat ini telah mencapai 11,5 hektar.

Derap Pembangunan
Pada tahun ajaran 1421/1422 pembangunan di Darul Ma’rifat difokuskan pada pembangunan asrama, kelas, Wc, dan sarana prasarana lain, di antaranya :

  1. Pembangunan 4 unit gedung ( 2 unit selesai dan 2 unit dalam proses pembangunan).
  2. Pembangunan 3 unit KM/WC ( 75 kamar).
  3. Penambahan 3 unit tempat jemuran.
  4. Pembangunan ruang makan guru.
  5. Pembangunan 5 unit tempat cuci dan wudhu santri.
  6. Pembangunan gudang yayasan.
  7. Penambahan teras selatan masjid
  8. Rehabilitasi bagian kesehatan
  9. Pemasangan pintu gerbang timur
  10. Pembangunan pagar keliling Pondok
  11. Pembuatan taman dan peng-hijauan di depan kelas baru
  12. Plengsengan tanah-tanah rawan
  13. Pemasangan paving di halaman kelas dan asrama.
  14. Pembuatan jembatan permanen di belakang Al-Qolam
  15. Pembangunan tempat parkir
  16. Pembanguan toko besi dan toko palen

Selain pembangunan gedung dan sarana fisik pondok juga melengkapi peralatan yang menunjang kualitas pendidikan dan pengajaran seperti:

  1. Pembelian alat-alat kesehatan
  2. Pembelian alat-alat peraga pelajaran MAFIKIB dan Geografi KMI
  3. Melengkapi sarana kantor ( meja dan almari)
  4. Melengkapi buku-buku ensiklopedi, refrerensi dan perpustakaan
  5. Pembagian sistim penampungan air minum 2 unit
  6. Pembelian dua buah mesin diesel Kubota
  7. Pembelian sebuah sepeda motor
  8. Pembelian mesin fotocopi dan printer komputer
  9. Pembelian 6 unit alat pemadam kebakaran
  10. Penambahan 2 unit meja pimpong dan sarana olah raga lainnya

Biaya yang dikeluarkan Pondok untuk kepentingan hal-hal tersebut mencapai Rp. 681.598.920,00. Dana tersebut dihimpun dari sumber dana pondok, infaq wali santri dan simpatisan pondok.

Gerakan Kemasyarakatan
PM. Darul Ma’rifat juga melaksanakan beberapa kegiatan kemasyarakatan dalam rangka pembinaan masyarakat dan sarana dakwah. Di antara kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan adalah: pembentukan Pusat Dakwah dan Pembinaan Masyarakat melalui aktivitas pengajian TPA, remaja, kelompok bimbingan sholat, pembinaan paguyuban pengemudi becak, pengajian untuk masyarakat di sekitar pondok dan kabupaten Kediri, pengisian khutbah Jum’at di masjid-masjid sekitar, penyelenggaraan kegiatan Ramadlan bersama masyarakat (tarawih, kultum dan kulsub), penyelenggaraan sholat ‘Idain di lapangan pondok, dan pembagian daging kurban dan zakat fitrah kepada masyarakat.
Di samping itu, Pondok juga memberikan kesempatan kepada 80 anggota paguyuban pengemudi becak untuk mengelola transportasi Pondok-Gurah, ikut menjadi pekerja pondok (bangunan, dapur, kantin, penatu, kebersihan dll.), menjadi penyetor lauk pauk, jajan, dan buah di kantin dan dapur santri.

GONTOR V :
Darul Muttaqin Dalam Meniti
Perjuangan dan Cobaan

Sebagai Lembaga Pendidikan Islam filial Pondok Modern
Darussalam Gontor (PMDG) Pondok Modern Darul Muttaqin (Gontor V), terus berbenah dalam berbagai bidang untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas santri.

Kegiatan KMI Darul Muttaqin
Kulliyatu-l-Mu'allimin Al-Islamiyah (KMI) Darul Muttaqin sebagai wadah kegiatan akademis mengupayakan peningkatan serta optimalisasi pendidikan dan pembelajaran siswa yang kian tahun kian meningkat. Pada tahun ini jumlah siswanya mencapai 211 orang dengan jumlah gurunya mencapai 26 orang.
Di samping menyeleng-garakan kegiatan proses belajar-mengajar rutin, pada tahun ini KMI Darul Muttaqin menyelenggarakan kegiatan penting lainnya, antara lain:

  1. Menyelenggarakan Ulangan Umum.
  2. Menyelenggarakan belajar terpimpin (muwajjah).
  3. Mengadakan bedah buku (fathul kutub) bagi siswa kelas VI pada tanggal 12-17 R. Awwal 1422 / 4-9 Juni 2001.
  4. Mengadakan fathul kutub siswa kelas V pada tanggal 7-12 J. Ula 1422 / 28 Juli s.d 2 Agustus 2001.
  5. Melengkapi buku referensi dan buku pegangan guru.

Pengasuhan Santri
Pengasuhan santri Pondok Modern Darul Muttaqin bertanggung jawab langsung atas aktifitas ekstra kurikuler santri., yang mencakup : bimbingan akhlak, kepribadian, disiplin, ibadah, bahasa, keorganisasian OPPM, dan kepramukaan. Semua kegiatan ini ditangani langsung oleh wakil pengasuh pondok Ust. H. Muhammad Badrun Syahir, MA, dibantu oleh staf pengasuhan. Di antara aktifitas pengasuhan santri pada tahun ini adalah:

  • Latihan kepramukaan setiap hari Kamis.
  • Latihan pidato bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia.
  • Kursus bahasa Arab dan Inggris.
  • Latihan seni bela diri.
  • Bagor Cup.
  • Kursus Musik.
  • Tau'iyah diniyah mingguan.
  • Diskusi Umum kelas V dan VI.
  • Pagelaran Arena Gembira siswa kelas V dan VI.
  • Perkemahan Akbar seluruh siswa kelas I - V.
  • Penggalakan puasa sunnah Senin-Kamis dan puasa Arofah.
  • Penyelenggaraan Porseni antar kamar, lomba Volk Song, festival lagu dan karaoke.
  • Pementasan Aneka Ria Nusantara dan demonstrasi bahasa.
  • Pertandingan persahabatan sepak bola dan basket dengan klub luar pondok.
  • Penyelenggaraan sholat Idul Adha 1421, bertindak sebagai imam Ust. M.Badrun, MA dan khatib Ust. Umar Said Wijaya kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban sebanyak 13 ekor kambing.
  • Peringatan 1 Muharram 1422 yang diisi dengan mau'idzah hasanah oleh wakil pengasuh pondok, dan dimeriahkan dengan lomba cerdas cermat dan pertandingan sepak bola dan pertandingan bola volley.

Dinamika Pembangunan
Proyek pembangunan yang telah terlaksana pada tahun ini adalah:

  1. Pembangunan Masjid dan Midho'ah Rp. 86.824.050
  2. Pembangunan Kantor Pembantu Pengasuhan Rp. 5.333.550
  3. Pembangunan Pagar (233 m) Rp. 15.548.000
  4. Pembuatan jemuran Rp. 460.000
  5. Pembangunan parit depan pintu gerbang Rp. 3.274.000
    Jumlah Rp. 111.439.600

Di samping itu pondok juga mengadakan proyek pembangunan yang bersifat maintenance (pemeliharaan) dan rehab, seperti :

    1. Rehab Gedung Koperasi Pelajar Rp. 10.100.100
    2. Rehab Masjid Lama Rp. 7.084.150
      Jumlah Rp 17.184.250

Peresmian Masjid Ar-Rahmah
Masjid Ar-Rahmah pondok modern Darul Muttaqin diresmikan pada tanggal 17 Shafar 1422/11 Mei 2001, yang dihadiri oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, MA dan Drs. KH. Imam Badri, direktur Yayasan Ar-Rahmah Jakarta H. Abdullah Said Baharmus,Lc., Bupati Banyuwangi Ir. H. Syamsul Hadi, sejumlah kyai Banyuwangi, tokoh ulama, dan masyarakat sekitar.
Dengan diresmikannya masjid tersebut, kini Pondok Modern Darul Muttaqin telah memiliki masjid yang lebih representatif dari pada masjid sebelumnya yang masih berupa Mushalla "Quba" dengan daya tampung 30 orang saja. Masjid Ar-Rahmah ini dibangun atas bantuan Ibu Yusri Hamad Al-Faris (Kuwait) melalui Yayasan Ar-Rahmah Jakarta. Masjid yang yang berukuran 10 x 10 m yang dilengkapi satu unit midho'ah (tempat wudhu) dan dua kamar mandi ini menelan biaya Rp. 86.824.050.

Sebuah Musibah
Pondok Modern Gontor V Darul Muttaqin senantiasa sarat dengan program reguler di bidang akademis maupun non-akademis. Dalam rangka melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler, Pondok mengadakan perkemahan akbar yang diikuti oleh seluruh siswa kelas satu hingga kelas lima. Sementara siswa kelas VI dikonsentrasikan untuk kegiatan dalam Pondok, sehingga tidak terlibat secara langsung dalam acara perkemahan ini. Acara pembukaan dan pemberangkatan peserta dilaksanakan pada tanggal 5 Juli 2001 dari kampus menuju bumi perkemahan di lapangan Songgon. Perkemahan di luar kampus Pondok ini berjalan sesuai dengan program yang telah dicanangkan selama empat hari dari tanggal 5 hingga 8 Agustus 2001.
Pada hari Ahad pagi, 8 Agustus 2001 pukul 08.00, diadakan pada acara penutupan perkemahan yang dilanjutkan dengan pembersihan lapangan hingga pukul 11.00. Karena ada keterlambatan mobil truk penjemput, perpulangan peserta perkemahan dimulai pada pukul 12.00. Dalam perjalanan pulang, pada tikungan jalan yang menurun di perbatasan antara desa Balak dan Pakis, truk oleng dan terperosok masuk ke dalam sungai berbatu sedalam + 5 m.
Dalam kecelakaan ini, empat orang santri meninggal dunia. Seorang (Endang Sumarno dari Bandung) meninggal di tempat kejadian, sedangkan tiga orang lainnya (Ahmad Fauzi Ridwan dari Bekasi, M. Saifuddin dari Pontianak dan Supriadi dari Serang Banten) meninggal setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit.
Semoga Allah menerima segala, amal kebaikan mereka, mengampuni segala dosa mereka dan menerima mereka di antara syuhada' fi sabiilihi, Amin.

 

GONTOR VI : Darul Qiyam Optimalkan Kegiatan Santri

Di usianya yang masih relatif muda, Pondok Modern Daarul Qiyam (Gontor VI) yang terletak di dusun Gadingsari desa Mangunsari kecamatan Sawangan kabupaten Magelang ini mulai menata diri. Cabang Gontor di Magelang ini ikut terimbas oleh cepatnya perkembangan Gontor dan mobilitasnya yang tinggi, sehingga berbagai macam persiapan, pembangunan sarana dan prasarana serta dana terus ditingkatkan secara maksimal, mengingat bahwa tahun mendatang Pondok harus menampung lebih dari 200 orang dari jumlah sekarang yang berjumlah 174 siswa.
Pondok yang resmi diwakafkan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) pada tanggal 22 Pebruari 2000, sudah mulai aktif melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Penyelenggaraan kegiatan akademis maupun non-akademis ditangani oleh 25 orang langsung didatangkan dari Gontor. Sebagai pengasuh adalah H. Farid Sulistyo, Lc. dan H. Muhammad Abdullah Bajuri, Lc., keduanya diberi amanat oleh bapak Pimpinan Pondok Modern untuk mengasuh di Pondok Cabang tersebut.
Di bidang akademis, selain menjalankan rutinitas belajar mengajar di dalam kelas, KMI Daarul Qiyam menjalankan beberapa program penunjang seperti: mengadakan belajar malam terpimpin (muwajjah), tabkir masuk kelas, tanda tangan I'dad tadris, dan mengadakan perubahan kelas sesuai dengan hasil ujian pertengahan tahun.
Di kampus yang terletak di lereng gunung Merbabu dan dekat dengan gunung Merapi ini, siswa-siswa yang rata-rata lulusan dari Sekolah Dasar diberi bekal kepesantrenan. Macam-macam kegiatan dan aktifitas ekstra-kurikuler mulai dari pramuka, latihan manasik haji, lomba pidato tiga bahasa mulai diadakan. Yang lebih menyenangkan bagi mereka adalah ketika mengadakan acara peringatan HUT kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, bermacam-macam kegiatan dilombakan mulai dari yang kecil sampai yang besar dan melibatkan pemuda dan masyarakat sekitar. dengan berbagai macam perlombaan yang melibatkan pemuda dan masyarakat sekitar. Sebelumnya pondok juga mengirimkan 2 regu penggalang untuk mengikuti perkemahan dalam rangka HUT hari Pramuka se-kecamatan Sawangan.
Segala aktifitas dan kegiatan pondok bukan hanya di sosialisasikan ke dalam akan tetapi juga disosialisasikan ke luar, ini agar masyarakat dapat memahami dan menerima keberadaan pondok modern di sana. Kegiatan rutin pengajian dan TKA/ TPA disentralkan di Masjid Jami' Daarul Qiyam, sehingga secara langsung pondok ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan yang terfokus dalam pendidikan agama. Walaupun begitu rutinitas santri tidak terganggu, kegiatan harian, mingguan, bulanan, dapat dilaksanakan dengan lancar.
Infrastruktur pondok relatif cukup terpenuhi, mulai dari kantin yang dikelola santri sendiri, koperasi pelajar, dan budi daya ikan. Untuk menambah sarana dan prasarana santri, tahun ini dibangun 6 kamar mandi dan 5 kamar WC, 2 unit bangunan untuk 6 lokal kelas, pagar pembatas di sebelah barat kampus, pondasi 17 ruang kamar mandi dan WC, dan terop bambu di depan pendopo. Sedangkan bangunan yang masih dalam tahap penyelesaian adalah wisma tamu, yang terdiri dari 4 kamar, di atas tanah seluas 2,3 ha. Tahun depan Daarul Qiyam diperkirakan bisa menampung 250 siswa.
Bukan hal yang mustahil, apabila pondok ini akan dapat berkembang, seiring dengan respon positif masyarakat sekitar. Kepercayaan dan dukungan itu merupakan modal yang harus diinvestasikan dalam usaha praktis untuk perkembangan dan kemajuan Pondok. Sebagaimana seruan Pimpinan kepada seluruh staf di setiap sektor agar berfikir menyeluruhm, dalam arti harus tahu permasalahan, menganalisa, masalah , dan memutuskannya. Bukan hanya santri yang ada di Gontor saja yang dipikirkan, tapi juga semua yang ada di pondok-pondok cabang yang mencapai 12.799 orang santri dan guru. Sungguh jumlah yang begitu besar pada suatu institusi pendidikan dengan berbagai macam masalah pula.
Gerakan akademis mulai diaktifkan sesuai dengan sunnah dan ketentuan yang berlaku di Gontor, seperti : penandatanganan I'dad tadris, belajar malam, dan pembacaan absen disiplin. Satu hal lagi yang tak kalah pentingnya adalah gerakan tabkir masuk kelas, bagi siswa yang terlambat dikenakan hukuman yang bersifat mendidik demi terselenggaranya pendidikan dan pengajaran. Sebagai pondok cabang ke-enam, usaha meraih kualitas yang sederajat dengan pusatnya terus dilakukan secara optimal. Kondisi dan milieu Pondok diciptakan sedemikian rupa sehingga terwujudnya iklim yang kondusif bagi tercapainya kualitas yang diharapkan.
Meskipun masih banyak kendala dan masalah yang dihadapi, namun hal tersebut dapat dijadikan sebagai pendidikan untuk berkreasi dan berpikir bagi santri dan guru.

opyright by
Panitia Penerbitan Wardun
Pondok Modern Darussalam Gontor
Ponorogo Indonesia telp. (0352) 311711 -311911
email : darussalam@gontor.or.id

Make your own free website on Tripod.com